INDUSTRY.co.id - Jakarta, Dalam rangka peringatan Hari Jantung Sedunia yang mengangkat tema “Jangan Lewatkan Sedetik Pun”, Siloam Hospitals dengan bangga menggelar acara serah terima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian luar biasa dalam memberikan edukasi Basic Life Support (BLS) kepada 9.351 peserta di seluruh Indonesia dalam kurun waktu Juli hingga September 2025. Acara serah terima penghargaan berlangsung di Hotel Arya Duta, dan ikuti rangkaian health talk keterampilan BHD serta pengetahuan keadaan darurat.

CEO Siloam Hospitals, Caroline Riady, menyampaikan, pencapaian ini bukan sekadar angka. Ini adalah simbol nyata dari komitmen kemanusiaan. Basic Life Support bukan hanya keterampilan medis, ini adalah tindakan penyelamatan nyawa yang bisa dilakukan siapa pun. Golden minutes, yaitu 3 menit pertama sejak seseorang mengalami henti jantung mendadak, sangatlah krusial. Penundaan satu menit saja dapat menurunkan tingkat harapan hidup hingga 10%. Inilah mengapa edukasi BLS kepada masyarakat luas sangat penting, karena penyelamat pertama sering kali bukan tenaga medis, tetapi orang di sekitar.

“Penghargaan ini bukan sekadar pencapaian institusi, tapi cerminan dari kepercayaan masyarakat. Kami merasa sangat bersyukur dan bangga bahwa upaya kami dalam memberikan pelatihan BHD (Bantuan Hidup Dasar) mendapat pengakuan dari MURI. Namun, yang lebih penting, ini adalah bagian dari gerakan kemanusiaan, sebuah ikhtiar menyelamatkan lebih banyak nyawa," ujar Caroline dalam sambutan pembukaan serah terima penghargaan rekor MURI, pada Selasa (7/10/2025).

Caroline Riady juga menambahkan bahwa penghargaan ini datang beriringan dengan pengakuan dari Newsweek, yang menobatkan Siloam Hospitals sebagai World’s Most Trustworthy Company 2025, peringkat ke-24 secara global dalam kategori Health and Life Science dan peringkat pertama di Indonesia serta Asia Tenggara.

Mengapa BHD dan Respons Cepat Sangat Penting?

Keadaan darurat medis seperti serangan jantung, tersedak, atau pingsan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Dalam situasi seperti itu, masyarakat sering kali panik dan tidak tahu harus berbuat apa, padahal setiap detik sangat menentukan.

Pelatihan BHD yang cepat dan tepat dapat:

• Meningkatkan peluang hidup 2–3 kali lipat

• Mencegah kerusakan permanen pada organ vital

• Menjadi penentu antara sembuh total atau mengalami disabilitas permanen

Estafet ke Rumah Sakit yang Siap Tangani Gawat Darurat

Pelatihan masyarakat hanyalah langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan rumah sakit siap menerima estafet penanganan darurat. Di Siloam, manejemen menjalankan sistem "Cepat dan Tepat” yang mencakup:

• SDM yang tenang dan terlatih, terutama tenaga medis di instalasi gawat darurat

• Protokol standar berbasis evidence-based practice (praktik berbasis bukti)

• Sarana penunjang lengkap seperti CT Scan, Cath Lab, hingga Thrombectomy untuk stroke

• Sistem monitoring KPI seperti waktu “door to EKG” dan “door to cath lab”

"Kami juga secara konsisten mengadakan mock drill (simulasi penanganan darurat) untuk memastikan kesiapan tim medis sebagai muscle memory, bukan sekadar teori," tambah Caroline.

Selain itu, kini, Siloam Hospitals telah meluncurkan dua inisiatif penting:

1. Stroke Ready Hospital – dengan standar internasional dan kesiapan intervensi cepat.

2. Chest Pain Ready Hospital – rumah sakit dengan protokol tanggap terhadap nyeri dada dan potensi serangan jantung, bekerja sama dengan American Heart Association.

Sampai saat ini, 14 rumah sakit Siloam telah menyandang status “Chest Pain Ready”.

Sementara itu, Direktur MURI, Osmar Semesta Susilo yang hadir langsung dalam acara serah terima penghargaan, menyatakan, “Rekor ini bukan hanya angka. Ini adalah bukti nyata komitmen untuk membangun masyarakat yang lebih siap dan peduli. Pelatihan BHD ini menciptakan lebih banyak ‘penolong pertama’ dan tidak ada amal yang lebih mulia selain menolong sesama.”

Rekor MURI ini bukanlah akhir, melainkan permulaan dari gerakan berkelanjutan. Siloam Hospitals mengajak seluruh masyarakat untuk terus belajar, berbagi, dan siap bertindak dalam situasi darurat. Karena suatu hari nanti, mungkin kitalah yang membutuhkan pertolongan.

"Siloam Hospitals akan terus hadir, cepat dan tepat untuk jantung Indonesia," tutup Caroline.