HUT ke-51 PT Sritex Siap Hadapi Persaingan Pasar Dunia

Oleh : Herry Barus | Senin, 21 Agustus 2017 - 08:09 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berbincang dengan Direktur Utama PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto (kemenperin.dok)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berbincang dengan Direktur Utama PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto (kemenperin.dok)

INDUSTRY.co.id - Sukoharjo- PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) memasuki usia ke-51, proses perjalan panjang yang tentunya tidak mudah dilalui. Perubahan yang cepat diberbagai bidang dan semakin tajamnya persaingan di dalam pasar global dengan berbagai tantangan dan kesulitan,

“Di usia Sritex yang ke 51 tahun ini, tekad kami hanya satu tetap fokus membangung Industri tekstil yang akan menghasilkan produk terbaik. Bagi kami, Segala kesulitan, tantangan dan persaingan yang ada merupakan peluang bagi kami untuk meningkatkan semangat agar dapat membangun stritex group menjadi yang terbaik di bidang tekstil dan garmen,” Presiden Direktur PT Sri Rejeki Isman Tbk. Iwan Setiawan Lukminto dalam acara Ulang Tahun ke 51  PT Sritex belum lama ini.

Dikatakan lanjut oleh Iwan Setiawan, Apa yang telah kami capai saat ini sebagai market leader asia tenggara tidak membuat kami terlena dan dalam berkarir dan berinovasi. “Dengan inovasi tiada henti, dedikasi yang tulus, kerja keras tanpa menyerah, serta semangat penuh totalitas telah membawa perubahan besar yang signifikan, sehingga menjadikan Sritex group menjadi market leader dunia dengan inovasi dan kualitas yang terbaik.”

Semangatnuya, ketekunannya, keberaniannya, kedisiplinannya, kejujurannya, kerja kerasnya dan totalitasnya dalam merintis dan membangun Stritex group selamanya akan menjadi api penyemangat dan inspirasi bagi keluarga besar Sritex group yang membangun kemajuan Stritex group beribu tahun lagi.

“Almarhum H. Muhammad Lukminto atau yang biasa dipanggil Pak  Luk adalah figur papa yang menjadi teladan bagi keluarga besar kami. Terima kasih pak Luk untuk semua cinta, karya dan bakti yang telah diberikan selamanya papa akan berada di hati kami, “lanjut Iwan Setiawan.

Sritex group sebagai perusahaan tekstil dan garmen saat ini memiliki aset sebesar 18 triliun rupiah,  serta telah membukukan penjualan lebih dari 15 triliun rupiah di tahun 2016. Dengan komposisi 70 persen ekspor dan 30 persen domestik. 

“Kami akan berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada para pelanggan dan stakeholder, “ tegas Iwan Setiawan.

Terpilih menjadi official resmi Asian Games 2018.

Saat ini berbagai produk stritex mulai dari benang, kain mentah, kain jadi, seragam korporasi, seragam instansi pemerintah, seragam TNI/Polri, serta seragam militer yang sadah merambah ke lebih dari 100 negara di dunia. Pengembangan produk baru akan terus dilakukan untuk memberikan produk terbaik yang menjadi kebutuhan para pelanggan. 

Sritex terus melakukan pengembangan dan penelitian sehingga melahirkan inovasi yang berteknologi tinggi seperti seragam anti air, anti noda, anti api, anti infra merah, anti serangga, rompi anti peluru dan, seragam anti radiasi.

Produk inovasi yang sudah menggunakan inovasi tersebut adalah tas ransel, sarung tangan, rompi anti peluru, dan perlengkapan pasukan khusus yang dipakai oleh tim nuklir untuk anti radiasi.

Kemudian pakaian pemadam kebakaran untuk melindungi dari api dan ledakan. Sebagai contoh produk kami sudah menyelamatkan petugas pemadam kebakaran di Singapura baru-baru ini.

Industri tekstil merupakan industri padat karya yang membutuhkan banyak sumber daya manusia, seiring perkembangan perusahaan. Hal itu memberikan hal positif dengan semakin besarnya penyerapan tenaga kerja. Tercatat di 2017 kami memiliki lebih dari 50 ribu karyawan yang merupakan aset terpenting di dalam perusahaan.

 Untuk mendapatkan karyawan terbaik tentunya bukan hanya pengelolaan sumber daya manusianya saja yang harus ditingkatkan. namun untuk setiap standar dan kemampuan kompetensinya. Komitmen kami sedari awal aset utama yaitu sumber daya manusia selain teknologi yang berkesinambungan harus ditingkatkan agar memiliki daya saing yang kuat di pasar global.

Agar memenuhi kebutuhan pasar global dibutuhkan peningkatan kapasitas produksi setiap tahun dengan mempeluas pabrik yang diresmikan oleh Presiden Jokowi, 21 April 2017 

Dari 24 pabrik spinning, 7 pabrik weaving, 5 pabrik finishing, dan 11 garmen yang kami miliki mampu menaikan kapasitas produksi yang cukup signifikan. Penambahan investasi sebesar 2,6 triliun rupiah untuk perluasan tersebut telah meningkatkan produksi benang dari 1,2 juta mata pita naik 300 ribu mata pita lagi. Produksi kain mentah dari 540 juta meter per tahun menjadi tambahan 60 juta meter. 

Produksi kain jadi dari 540 juta yard mendapatkan kenaikan 220 juta yard per tahun. Produksi garmen dari 26 juta potong mendapat tambahan 14 juta potong. Dengan penambahan produksi tersebut tidak ada kata menyerah untuk mewujudkan visi korporasi menjadi industri tekstil dan garmen terbesar dengan reputasi terbaik dan terpercaya di dunia. 

Kami akan bekerja lebih giat untuk mewujudkan serta memberikan hasil yang baik dengan memperkuat integrasi proses produksi kami. 

Salah satu anak perusahaan PT Sritex Group yaitu PT Rayon Utama Makmur  yang merupakan produsen bahan baku serat rayon dengan kapasitas produksi kurang lebih100 ribu ton pertahun sudah beroperasi pada Juli 2017.

“Kami yakin dan optimis industri tekstil dan garmen akan tumbuh dengan positif bagi pasar domestik maupun ekspor seiring bertambahnya jumlah produk dan meningkatnya kondisi ekonomi global tentunya kami berkomitmen mengembangkan industri tekstil dari hulu hingga hilir, jelas Iwan Setiawan.

Dengan mengembangkan hutan tanaman industri serta jaringan ritail sehingga slogan kami yaitu Menanam Pohon Tumbuh Baju, akan segera dapat diwujudkan.

Iwan Setiawan yakin industri tektil akan penuh dengan pasion, chalange, sekaligus hope. Sehingga industri ini merupakan sunrise industri demi membangun dan mewujudkan kedaulayan sandang guna meningkatkan ekonomi nasional guna ketahanan nasional.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mega Life Ass

Sabtu, 11 Juli 2020 - 11:00 WIB

Mega Investa Link Luncurkan Produk Single Premium dengan Redenominasi US Dollar

Bank Mega dan PFI Mega Life (perusahaan patungan antara Prudential Financial Inc dan CT Corporation) bersama-sama mengumumkan peluncuran produk baru yaitu Mega Investa Link pada hari Senin (6/7).…

Kegiatan Membangun Rumah di Kampung Natabui

Sabtu, 11 Juli 2020 - 10:15 WIB

Prajurit TNI Bersama Warga Kampung Natabui Gotong Royong Bangun Rumah

Prajurit TNI dari Kodim 1709/Yawa yang tergabung dalam Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 tahun 2020 bersama warga melaksanakan gotong-royong dalam kegiatan membangun rumah di…

Industri Air Minum Dalam Kemasan (Ist)

Sabtu, 11 Juli 2020 - 10:10 WIB

Masyarakat Diminta Jangan Takut! Kemenperin Pastikan Produk AMDK di Pasaran Sudah Penuhi SNI Wajib

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan bahwa produk air minum dalam kemasan (AMDK) yang beredar di pasar domestik dan diproduksi oleh industri di tanah air telah memenuhi standar…

Dokter Reisa Jubir Corona

Sabtu, 11 Juli 2020 - 09:46 WIB

Berolahraga di Ruang Publik, Dokter Reisa: Jika Lari atau Jogging Pastikan Berjarak Sepuluh Meter

Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Dokter Reisa Broto Asmoro mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang tersedia di ruang publik…

Kepala OJK Wimboh S (foto Ist)

Sabtu, 11 Juli 2020 - 09:30 WIB

Asiik! Pemerintah Bakal Perpanjang Masa Waktu 'Libur Bayar Cicilan' Asal....

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyatakan, restrukturisasi kredit bisa saja diperpanjang dalam beberapa ketentuan.