INDUSTRY.co.id - Jakarta, Rumah Sakit Medistra secara resmi memperkenalkan program Stroke Ready Hospital, sebuah inisiatif layanan terpadu yang bertujuan memastikan pasien dengan gejala stroke mendapatkan penanganan medis yang cepat, tepat, dan komprehensif.

Dalam sambutannya, Direktur Rumah Sakit Medistra, dr. Adhitya Wardhana, MARS, menyampaikan pentingnya acara Health Talk ini sebagai bagian dari komitmen RS Medistra dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan, serta upaya nyata dalam menghadapi meningkatnya angka kejadian stroke di masyarakat.

“Kami dapat bersama-sama hadir dalam rangka Health Talk yang sekaligus meresmikan RS Medistra sebagai Stroke Ready Hospital. Acara ini bukan hanya sekedar wujud komitmen kami untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya kami untuk membantu masyarakat dalam menghadapi ancaman penyakit stroke yang semakin meningkat. Kita tahu stroke merupakan penyebab disabilitas nomor satu dan penyebab kematian nomor tiga di dunia setelah jantung dan kanker," jelasnya.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan, prevalensi stroke meningkat 56 persen pada tahun 2019. Bahkan, data dari WHO menunjukkan bahwa setiap 6 detik, satu orang di dunia meninggal akibat stroke. Di Indonesia, peningkatan kasus stroke paling signifikan terjadi di daerah perkotaan yang dipengaruhi gaya hidup penuh tekanan.

dr. Adhitya melanjutkan bahwa stroke adalah kondisi yang dapat dicegah, dan bila ditangani dengan cepat dan tepat, pasien memiliki peluang besar untuk pulih.

“Stroke ini sebenarnya adalah kondisi yang tentu dapat dicegah dan jika tertangani dengan tepat dan cepat, pasien memiliki peluang untuk pulih. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk mengenali apa itu tanda-tanda stroke, kemudian tahu apa yang harus dilakukan ketika seseorang mengalami gejala-gejala stroke.” ujarnya.

Stroke Ready Hospital: Penanganan Cepat di Golden Period

Program ini dirancang untuk memastikan pasien stroke ditangani secara cepat dalam waktu golden period yakni 3 hingga 4,5 jam pertama sejak gejala muncul. Pada periode inilah peluang pemulihan pasien paling tinggi dan risiko kecacatan bisa diminimalkan.

“Program Stroke Ready Hospital ini dirancang untuk memberikan penanganan terbaik bagi pasien-pasien stroke, terutama pada waktu golden period, yaitu periode waktu kritis dalam penanganan stroke yaitu 3-4,5 jam setelah gejala pertama muncul. Di periode ini, penanganan yang cepat dan tepat sangat menentukan kesembuhan dan pemulihan pasien, serta mengurangi kemungkinan terjadinya kecacatan permanen atau bahkan kematian," ujar dr. Aditya.

Program ini memiliki sejumlah perbedaan signifikan dibandingkan penanganan stroke biasa, antara lain:

• Alur cepat (fast track): pasien stroke ditangani tanpa menunggu prosedur administrasi.

• Tim multidisiplin: termasuk dokter spesialis saraf, radiologi, rehabilitasi medis, dan perawat terlatih yang siaga 24 jam.

• Fasilitas teknologi tinggi: seperti CT Scan 24 jam untuk diagnosis cepat.

• Terapi trombolisis: obat penghancur bekuan darah yang hanya efektif dalam golden period.

Komitmen Medistra untuk Penanganan Menyeluruh

dr. Adhitya menegaskan kesiapan rumah sakit dalam menyediakan pelayanan terbaik bagi pasien stroke. “Program Stroke Ready Hospital ini tidak hanya melibatkan tim medis yang terlatih, dan siap siaga 24 jam, tetapi juga fasilitas yang lengkap untuk mendukung penanganan cepat dan tepat. Medistra Hospital adalah rumah sakit yang siap memberikan perawatan terbaik, dengan tim medis yang berkompeten dan berpengalaman dalam menangani kasus-kasus stroke," terangnya.

Tak hanya penanganan darurat, RS Medistra juga menyediakan layanan rehabilitasi pasca-stroke, guna membantu pasien yang terlambat mendapat penanganan agar tetap bisa hidup mandiri dan produktif.

Dalam sesi talk show, dr. Manfaluthy Hakim, SpS(K), menekankan pentingnya penanganan dini agar pasien dapat pulih secara optimal.

“Tidak semua pasien bisa kembali normal sepenuhnya, apalagi jika penanganan terlambat. Namun dengan terapi yang tepat, banyak pasien yang tetap dapat kembali beraktivitas secara produktif.” ujarnya.

Mengakhiri kegiatan Health Talk and Launching Stroke Ready Hospital, dr. Adhitya mengungkapkan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam persiapan program ini.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim medis, tenaga kesehatan, sahabat, dan pihak-pihak yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan fasilitas dan layanan ini. Semoga dengan adanya program Stroke Ready Hospital ini, kita dapat bersama-sama mengurangi dampak buruk dari stroke bagi masyarakat Indonesia dan terus berkontribusi dalam menciptakan kehidupan yang lebih sehat.” ujarnya.

“Mari bersama-sama kita wujudkan Indonesia yang lebih tanggap terhadap stroke demi kualitas hidup yang lebih baik bagi generasi sekarang maupun yang akan datang," tutup dr.Aditya.