INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) diposisikan secara unik untuk menghadapi gelombang pertumbuhan bisnis berikutnya. 

Lahan strategis nyaris seluas 8.000 hektar yang terdapat di dua proyek utama Perseroan, yakni dua kawasan industri kelas dunia yang sudah beroperasi (Cikarang 5.600 hektar dan Kendal 2.200 hektar) serta dua kawasan berstatus Kawasan Ekonomi Khusus yang sedang dikembangkan (Tanjung Lesung dan Morotai) bisa berpotensi menjadi mesin pertumbuhan besar kedepan.

Asalkan Perseroan mampu melakukan penggabungan eksekusi yang terbukti dengan potensi transformatif jangka panjang.

Pengembangan pilar infrastruktur seperti Cikarang Dry Port, Bekasi Power serta masif nya pembangunan pada pilar hospitaliti (residensial dan komersial) dikawasan dengan perencanaan yang visioner, sejatinya juga dapat membuka nilai signifikan bagi peningkatan kepercayaan investor terhadap potensi jangka panjang di kawasan industri terintegrasi tersebut.

“Kami percaya basis aset KIJA yang terdiversifikasi, infrastruktur yang ada, dan lokasi strategis di Jawa dan Indonesia Timur merupakan peluang yang menarik dan undervalued bagi para investor,” papar Mulyadi Suganda, Corporate Secretary KIJA beberapa waktu lalu kepada redaksi.

Kinerja positif yang dibukukan KIJA pada paruh pertama 2025 menjadi bukti sekaligus menimbulkan optimisme bahwa pengembang kawasan industri tersebut mampu mempertahankan kinerja ciamiknya pada paruh kedua 2025. Emiten properti ini juga diyakini mampu meraih target marketing sales hingga akhir tahun ini.

“Melihat pencapaian pada semester pertama 2025, kami optimistis target kinerja bisa tercapai pada akhir 2025,” ungkap Mulyadi.

Asal tau saja, hingga paruh pertama 2025, Perseroan telah merealisasikan marketing sales sebesar Rp1,9 triliun, atau setara dengan 55% dari target marketing sales Perseroan pada tahun ini. 

Jika dibandingkan dengan realisasi marketing sales pada 2024 sebesar Rp1,7 triliun, maka angka tersebut menunjukkan adanya kenaikan sebesar 13%.

Kendati telah membukukan kinerja yang baik, Mulyadi menjelaskan Perseroan belum merevisi target yang telah ditetapkan pada tahun ini dan masih tetap berpatokan pada target yang telah ada.

Marketing sales KIJA hingga akhir 2025 ini ditargetkan senilai Rp3,5 triliun. Muljadi memproyeksikan pada semester kedua 2025, proyek unggulan KIJA masih dari Kawasan Industri Kendal.

Saat ini, demikian Muljadi, mayoritas Investor yang berinvestasi di kawasan tersebut berasal dari China, dan yang lainnya berasal dari Taiwan, Korea, dan Jepang. Dari target 2025 tersebut, perseroan menetapkan Rp2,25 triliun berasal dari Joint Venture atau JV di Kendal. 

Selain itu, KIJA optimistis menatap paruh kedua tahun ini juga berasal dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada paruh kedua 2025.

Pada paruh pertama 2025 ini, KIJA membukukan pendapatan senilai Rp2,72 triliun pada 2025, atau tumbuh 14% dibandingkan periode yang sama 2024 sebesar Rp2,38 triliun. 

Tak hanya itu, laba bersih perseroan pada enam bulan pertama 2025 melonjak 523,50% Rp310,65 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp49,82 miliar.

Dalam mengejar pertumbuhan bisnisnya, KIJA juga mempercepat sejumlah project properti komersial ruko multiguna di tengah peningkatan transaksi dagang elektronik (e-commerce) yang menjadi angin segar bagi seluruh sektor industri di Indonesia, khususnya bagi industri logistik serta pergudangan.

Ivonne Anggraini, Senior Managing Director Jababeka Residence, mengemukakan, saat ini tren perkembangan bangunan komersil multiguna di Indonesia tengah meningkat karena sangat ideal untuk mendukung ekosistem bisnis yang menguntungkan.

“Sudah tentu karena ruko multiguna dapat menghemat biaya operasional. Selain itu, semakin berkurangnya lahan di wilayah perkotaan membuat bangunan multiguna semakin diminati karena bisa menjadi solusi bisnis yang praktis,” ujarnya.

Menurut Ivonne, bangunan komersial multiguna dapat mendukung bisnis semakin efektif dan efisien karena dapat digunakan sebagai area penjualan langsung, operasional, hingga ruang penyimpanan yang sangat dibutuhkan industri saat ini khususnya e-commerce yang menjadi kontributor utama dalam perkembangan industri logistik dan pergudangan. 

Selain itu, para pelaku usaha juga membutuhkan bangunan multiguna dengan lokasi strategis dan akses yang mudah.

“Perseroan pada tahun ini lebih berstrategi untuk mengembangkan bangunan komersil multiguna, Jababeka Bizpark. Perseroan menargetkan di Jababeka Bizpark sudah bisa serah terima pada 2025,” tutup Ivonne.