INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan apresiasi kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia atas langkah cepatnya memastikan pasokan gas untuk sejumlah industri, khsuusnya penerima progra Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) berjalan lancar dan stabil.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya pada Menteri ESDM, Bapak Bahlil Lahadalia yang telah bergerak cepat memastikan jaminan stabilitas pasokan gas terutama HGBT bagi industri," kata Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief di Jakarta (28/8).
Menurut Febri, pihaknya sudah mendapatkan laporan dari industri yang menyatakan bahwa pasokan gas mereka sudah stabil.
"Kami sudah mendapatkan laporan dari industri bahwa pasokan gas mereka sudah stabil dengan harga sesuai dengan regulasi yang sudah ditetapkan,” terangnya.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa terbatasnya pasokan gas sudah bisa terkendali, meskipun ia mengakui sempat terjadi gangguan akibat kebakaran pipa gas di Subang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
"Jadi gini. Pasokan gas domestik setelah kemarin terjadi kebakaran pipa, itu kita sudah dapat alokasinya. Jadi sebenarnya gak ada masalah sampai sekarang, kan? dan sudah clear," ungkap Bahlil ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (22/8/2025).
Sementara itu, Corporate Secretary PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Fajriyah Usman menjamin pemenuhan kebutuhan gas bumi pelanggan industri dengan normal, dengan pasokan 100 persen. Perusahaan melakukan penguatan pasokan dari berbagai sumber sehingga tidak ada pemberlakuan pembatasan.
Penguatan pasokan gas ini berasal dari tambahan pasokan termasuk gas swap Natuna dan optimalisasi pasokan gas dan LNG.
“Dengan kondisi penyaluran gas yang sudah normal, kami dapat semakin fokus mendukung kegiatan operasional pelanggan serta menjaga kontribusi gas bumi dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Fajriyah, Rabu (27/8/2025).
Fajriyah melanjutkan, PGN pun menjalin kerja sama berbagai pemangku kepentingan terkait. Sinergi tersebut menjadi landasan penting bagi PGN untuk memastikan keandalan pasokan dan pelayanan energi bersih bagi seluruh sektor pelanggan, terutama industri.
Ke depan, PGN terus memperkuat infrastruktur dan layanan agar pasokan energi ramah lingkungan dapat terdistribusi dengan andal dan berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan komitmen PGN dalam mendukung transisi energi nasional serta pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060.