INDUSTRY.co.id - Jakarta-Pada pada perdagangan Jumat (18/8/2017), diperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih akan bergerak cenderung menguat terbatas dengan range pergerakan 5830-5865.
Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menyodorkan saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya BBCA, BDMN, JSMR, PGAS, GGRM."Pergerakan IHSG secara teknikal cukup baik mengkonfirmasi whipsaw bullish trend (5800) dengan melakukan pengujian pada resistance upper bollinger bands (5850) setelah berhasil break out resistance (5830) terdekat," ujar dia di Jakarta, Jumat (18/8/2017).
Selanjutnya ia katakan indikator stochastic memiliki pola pergerakan terkonsolidasi positif dengan mengarah pada level jenuh beli dengan peluang penguatan yang tidak terlalu besar. Demikian juga indikator RSI yang mulai bergerak menekan pasca lewatnya garis MA dari momentumnya.
Sebelumya, menjelang kemerdekaan IHSG (+0.98%) ditutup memimpin penguatan dengan pergerakan yang optimis sejak awal sesi perdagangan. Indeks sektor konsumer (+3.46%) menjadi pendorong utama.
Beberapa saham sektor konsumer dengan ekspektasi positif seperti HMSP (+6.34%), GGRM (+5.39%) dan ICBP (+3.27%) menjadi dalang ditengah hasil kinerja dan data kemampuan konsumer mematahkan spekulasi perlambatan daya beli masyarakat.
Meskipun demikian investor asing masih tercatat net sell 122.69 Miliar rupiah dengan net sell 48.79 Miliar rupiah pada pasar reguler dan net sell 73.90 Miliar rupiah pada pasar negosiasi.
Mayoritas indeks saham Asia ditutup menguat dimana penguatan dipimpin oleh IHSG (+0.98%), HangSeng (+0.86%) dan Kospi (+0.60%) sedangkan pelemahan dialami Nikkei (-0.12%) dan STI (-0.61%) seiring bank dan perusahan suku bunga sensitif turun. Harga minyak WTI (+0.53%) memperpanjang penguatan ditengah pelemahan harga komoditas Nikel (-0.96%), Timah (-0.99%) dan Batu bara Newc (-0.52%).
Dibuka gap up mayoritas bursa saham di Eropa seperti EuroStoxx (+0.78%), FTSE100 (+0.57%), DAX (+0.78%) dan CAC40 (+0.93%) menjadi pemimpin penguatan mayoritas. Naiknya data PDB Eropa tahunan dilevel 2.2% dari 2.1% diperiode sebelumnya menjadi faktor utama optimisasi investor pada perdagangan hari ini.
Sentimen selanjutnya investor domestik akan mengalami hari libur kemerdekaan RI ditengah beberapa data penting di Eropa seperti penjualan ritel, Tingkat inflasi, Tingkat kemampuan konsumen dan kebijakan moneter ECB.