INDUSTRY.co.id - Jakarta, Belum lama ini, Kementerian Pariwisata mengundang Rayyan Arkan Dhika, seorang anak Indonesia yang cinta akan budaya dan olah raga tradisonal pacu jalur bersama Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby ke Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Pariwisata RI.
Momen pertemuan bersama Rayyan yang juga menyandang status sebagai Duta Pariwisata Provinsi Riau dibagikan Menpar Widiyanti Putri Wardhana melalui reels di akun Istagram miliknya @widi.wardhana.
"Selamat datang di Jakarta, yang disambut ekspresi senyum malu-malu dari Rayyan," Ujar Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id dari akun Instagram @widi.wardhana, Sabtu (12/7/2025).
"Kementerian Pariwisata agak beda, karena pada hari, kita akan ngobrol-ngobrol dengan seorang anak yang sedang viral seantero dunia, dari pemain bola, pembalap, artis dan selebriti dunia tengah ramai mengikuti gerakan Rayyan Arkan Dhika dari Riau yang pada 2024 lalu saat menjadi tukang tari dalam perlombaan tradisional pacu jalur," sambung Wamenpar Ni Luh Puspa yang hadir sebagai moderator dalam pertemuan tersebut.
Kali pertama menginjakkan kaki di Kota Jakarta, Dhika akrab disapa menceritakan bahwa dirinya mulai berlatih sebagai tukang tari pacu jalur semenjak umur 9 tahun. Saat itu dirinya belajar dari sang ayah yang seorang anak pacu, sebutan mereka para pendayung yang berada di dalam jalur (perahu) dan bertugas untuk mendayung agar perahu melaju kencang dalam perlombaan.
"Sekarang umur 11 tahun, jadi sudah 2 tahun menjadi Anak Coki, sering jatuh ke air dan pada perlombaan tahun lalu, saya hanya mempersiapkan diri selama 3 hari," ungkapnya.
Pacu jalur bukan hanya sekadar lomba dayung, tetapi juga merupakan pesta rakyat yang sarat dengan nilai budaya dan sejarah masyarakat Kuantan Singingi, Riau.
Dalam pertemuan itu, Menpar Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa Kementerian Pariwisata secara konsisten mendukung terhadap event tradisional pacu jalur yang kini ramai diperbincangkan khususnya di media sosial baik di dalam negeri maupun mancanegara. Ajang ini juga tercatat dalam Karisma Event Nasional (KEN) 2025, sebuah program Kementerian Pariwisata yang mencakup 110 event unggulan dari seluruh Indonesia.
"Pacu Jalur sudah 4 kali terpilih sebagai KEN sejak tahun 2021. Sebagai event yang terpilih dalam KEN, Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan memberi pendukungan dalam bentuk promosi dan sarana prasarana," terang Menpar Widiyanti.
Dikatakan Menpar Widiyanti lebih lanjut, bahwa Kementerian Pariwisata akan menghadiri acara puncak Festival pacu jalur yang akan berlangsung pada 20-24 Agustus mendatang. mengingat eksistensi event yang luar biasa di tengah masyarakat, Kementerian berharap Pemerintah Daerah Riau dapat bersiap diri dalam menyambut wisatawan baik lokal maupun internasional yang akan datang untuk menyaksikan langsung event tersebut.
"Tengah menjadi sorotan, ini jadi momentum yang tepat untuk memberikan pengalaman berwisata yang berkualitas bagi wisatawan yang hadir menonton event ini," tambah Menpar.
Dalam kesempatan itu, Bupati Suhardiman Amby mengatakan, bahwa Pemerintah Daerah telah berkoordinasi baik hingga ke satuan perangkat dasar dan elemen lainnya guna mengantisipasi membludaknya pengunjung yang akan datang langsung pada event tersebut.
Disisi infrastruktur, Pemerintah Daerah telah mengkomunikasikan dengan Pemerintah Provinsi dalam hal ini kepada Gubernur dimana event ini nantinya juga akan terkoneksi dengan potensi wisata lainnya.
"Ada wisata air terjun dan dua kawasan taman Nasional dan hutan lindung yang menyajikan pemandangan alam yang cantik dan memukau," ujar Suhardiman.
"Pola perjalanannya mulai diatur pak Bupati, sehingga pengunjung sudah tahu kalau ke Riau itu mau apa saja," timpal Wamenpar Puspa.
Suhardiman menjelaskan untuk tamu dan wisatawan internasional yang akan tinggal sebentar disana akan diarahkan ke ibukota Provinsi untuk bermalam di fasilitas penginapan hotel-hotel dan pusat kuliner.
"Esok harinya baru kita arahkan ke lokasi event kita sambil melihat-lihat pemandangan alam sekitar yang indah dalam perjalanan yang memekan waktu 3 jam lamanya," ungkapnya.
" Didekat lokasi acara ada juga homestay atau hotel melati sebagai pilihan," sambungnya. Diakhir diskusi Bupati Suhardiman mengatakan, "Pacu jalur sebuah payung budaya yang mengikat kerukunan dan persaudaraan masyarakat yang dikemas dengan baik melalui tradisi ini dan terutama juga sejalan dengan visi dari pedoman Pancasila kita," tutupnya.
Adapun sebagai informasi, pacu jalur adalah sebuah perlombaan tradisional dayung perahu atau sampan atau kano terbuat dari kayu gelondongan utuh yang dibentuk menjadi perahu khas Rantau Kuantan yang berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau,
Pacu Jalur diadakan setiap tahun di sungai Batang Kuantan di bawah rangkaian acara Festival Pacu Jalur, yang mana merupakan festival tahunan terbesar bagi masyarakat setempat (terutama di ibukota kabupaten Teluk Kuantan) selama ratusan tahun.