INDUSTRY.co.id - Jakarta — Untuk pertama kalinya dalam sejarah Konfederasi Serikat Buruh Internasional (ITUC), seorang pejabat negara dianugerahi penghargaan prestisius atas kontribusinya dalam menjamin hak-hak buruh. 

Advertisement

Penghargaan ini diberikan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo oleh Sekretaris Jenderal ITUC-Asia Pasifik, Shoya Yoshida, dalam sebuah acara megah yang berlangsung di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Kamis (10/7).

Dalam sambutannya, Shoya Yoshida menyatakan kekaguman ITUC terhadap pendekatan humanis Kapolri dan jajaran Kepolisian Republik Indonesia dalam menyikapi gerakan buruh di Tanah Air.

Advertisement

“Pertama kalinya seorang pejabat negara mengesankan kami untuk diberi penghargaan. Kami melihat bagaimana Kapolri mampu menjamin hak berserikat, berunding kolektif, dan menciptakan hubungan industrial yang kondusif — hal yang sulit kami temui di banyak negara lain,” ujar Yoshida di hadapan puluhan ribu buruh yang memadati arena.

Acara penghargaan ini dihadiri lebih dari 25 ribu buruh dari berbagai daerah, serta sejumlah tokoh nasional seperti Said Iqbal, Andi Gani Nena Wea, Elly Silaban, dan perwakilan dari pemerintah daerah seperti Banten, Jawa Barat, serta Jawa Tengah. Kementerian Ketenagakerjaan dan jajaran pejabat Polri juga turut hadir menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Advertisement

Para pemimpin buruh Indonesia sepakat bahwa penghargaan ini diberikan karena kebijakan inklusif yang diterapkan Polri selama masa kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit. 

Inisiasi Desk Ketenagakerjaan, dorongan terhadap regulasi ketenagakerjaan yang berimbang, hingga rencana pembentukan Satgas PHK menjadi catatan penting yang diapresiasi publik buruh.

Advertisement

Di tengah euforia penghargaan, ucapan haru dan doa pun datang dari para buruh yang hadir. "Semoga Bapak Kapolri sehat dan panjang umur dengan keberkahan," ungkap Ibu Nurjanah dari kawasan industri Cimahi. Sementara Ibu Ella dari Tangerang menambahkan, “Terima kasih Kepolisian Republik Indonesia.”

Puncak keakraban malam itu terjadi ketika grup band Kotak tampil membawakan lagu-lagu penuh semangat buruh. Bahkan, Jenderal Listyo Sigit pun ikut naik ke panggung dan menyanyi bersama, disambut meriah para hadirin.

Yel-yel seperti "Hidup Buruh, Terima Kasih Polri" menggema berkali-kali sepanjang malam, dengan puluhan karangan bunga dari berbagai perusahaan turut memeriahkan suasana.

Penghargaan ini bukan hanya sebuah simbol, tetapi juga tonggak sejarah dalam hubungan antara buruh dan aparat negara. Dengan anggota aktif lebih dari 700 juta pekerja dari 130 negara, termasuk 67 negara di Asia Pasifik, ITUC mencatat Indonesia sebagai contoh positif dalam pengelolaan hubungan industrial.