INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pentingnya membangun ekosistem ekspor digital menjadi sorotan utama praktisi logistik dan transformasi industri, Siswadhi Pranoto Loe, dalam upaya mendorong partisipasi generasi muda dalam perdagangan global. Menurutnya, keberhasilan ekspor bukan hanya ditentukan oleh pelaku individu, tetapi oleh kekuatan ekosistem yang mendukung mereka secara menyeluruh.

“Kami terus mendukung terbentuknya ekosistem ekspor digital dengan melibatkan pelaku industri, pendidikan, dan komunitas. Visi kami adalah menjadikan ekspor sebagai budaya baru anak muda Indonesia,” ujar Siswadhi Pranoto Loe dalam wawancara eksklusif di Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa potensi pasar ekspor untuk produk lokal sangat besar, tetapi akses terhadap informasi, pelatihan, dan infrastruktur ekspor digital masih terbatas, khususnya bagi pemula. Data dari Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa hanya sekitar 16% dari UMKM Indonesia yang memahami proses ekspor secara menyeluruh, dan lebih sedikit lagi yang memanfaatkan platform digital lintas negara.

Padahal, menurut laporan e-Conomy SEA 2024 oleh Google dan Bain, transaksi digital lintas negara di Asia Tenggara diprediksi tumbuh 25% per tahun. Indonesia, dengan keunggulan produk seperti kopi, kerajinan tangan, modest fashion, dan makanan sehat, berpeluang besar mengambil peran lebih besar jika mampu menyiapkan generasi eksportir digital.

Siswadhi menegaskan bahwa ekosistem yang dimaksud mencakup tidak hanya pelatihan teknis, tetapi juga akses ke sistem pembayaran internasional, logistik ekspor yang efisien, konsultan hukum perdagangan luar negeri, serta pendampingan berkelanjutan.

“Banyak anak muda yang punya ide dan produk bagus, tapi berhenti di tengah jalan karena tidak tahu harus kemana. Di sinilah peran ekosistem yang terstruktur dan saling terkoneksi jadi sangat penting,” tambahnya.

Ia menyarankan agar pemerintah daerah, kementerian, dan swasta membentuk digital export hub berbasis sektor — misalnya untuk pertanian, kriya, atau industri makanan. Inkubasi ini bisa bekerja sama dengan marketplace global, perusahaan logistik, hingga platform edukasi digital.

Lebih lanjut, Siswadhi juga menekankan pentingnya pelatihan berjenjang bagi pelaku muda, mulai dari level dasar hingga strategi ekspor lanjutan. Ia menilai, keberadaan mentor dari pelaku industri yang telah sukses juga sangat krusial dalam mempercepat pertumbuhan eksportir baru.

“Jika kita ingin ekspor menjadi DNA baru generasi muda, maka dukungan tidak boleh bersifat insidental. Harus sistematis, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan lapangan,” pungkas Siswadhi Pranoto Loe.