INDUSTRY.co.id - Jakarta - Peluang generasi muda Indonesia untuk menjadi pelaku ekspor sangat besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Hal itu disampaikan oleh pakar logistik dan transformasi digital, Siswadhi Pranoto Loe, yang menilai bahwa potensi kreativitas anak muda Indonesia belum diarahkan secara sistematis ke sektor ekspor.
“Generasi muda kita memiliki kreativitas tinggi, tapi perlu diarahkan pada model bisnis ekspor yang berkelanjutan. Dengan dukungan pendidikan yang tepat, mereka bisa menjadi pelaku utama ekonomi global,” ujar Siswadhi dalam wawancara langsung di Jakarta.
Menurutnya, banyak pelaku muda di Indonesia telah menciptakan produk inovatif yang berdaya saing tinggi — mulai dari fesyen, makanan sehat, kerajinan tangan, hingga produk digital. Namun, sebagian besar masih terjebak di pasar lokal karena kurangnya pemahaman tentang strategi ekspor, riset pasar luar negeri, dan jalur distribusi internasional.
Data dari World Bank menunjukkan bahwa ekonomi digital global tumbuh dua kali lebih cepat dibandingkan ekonomi konvensional. Hal ini menciptakan peluang luar biasa bagi anak muda Indonesia untuk menjadi eksportir global hanya dengan memanfaatkan internet, sosial media, dan platform e-commerce lintas negara.
“Bayangkan jika produk mereka bisa dijual ke Singapura, Dubai, atau Eropa dengan proses yang simpel dan efisien. Tapi itu hanya bisa terjadi kalau mereka mendapat pendampingan, akses pelatihan, dan kemudahan sistem,” jelas Siswadhi.
Ia menekankan pentingnya peran lembaga pendidikan dalam mengarahkan potensi anak muda ke jalur ekspor. Menurutnya, universitas dan SMK harus mulai menanamkan pemahaman tentang manajemen ekspor, regulasi internasional, hingga penggunaan teknologi seperti ERP dan marketplace global.
Tak hanya itu, Siswadhi juga menilai bahwa pemerintah dan swasta harus aktif membuka akses ke pasar luar negeri melalui program inkubasi, beasiswa kewirausahaan ekspor, dan kemitraan dengan buyer internasional.
“Selama ini mereka hanya butuh satu hal: jalan yang jelas. Mereka punya energi dan ide. Kita yang harus pastikan mereka tidak jalan sendiri,” tambahnya.
Siswadhi Pranoto Loe optimistis bahwa dalam 5–10 tahun ke depan, Indonesia dapat menjadi pusat lahirnya eksportir muda berbasis digital yang tidak hanya berdaya saing tinggi, tetapi juga membawa nama baik Indonesia di mata dunia.