INDUSTRY.co.id - Jakarta – Didukung oleh kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI), Lazada memperkuat komitmennya dalam mendukung kesuksesan penjual online di Indonesia dengan menghadirkan serangkaian fitur AI inovatif yang siap mempercepat pertumbuhan bisnis.
Lazada sebagai pionir AI dan Generative AI (GenAI) di Asia Tenggara, memperkenalkan Buku Panduan Kesiapan AI Penjual Online hasil kolaborasi dengan Kantar. Panduan ini menjadi alat edukatif untuk mengakselerasi kesiapan digital penjual dalam memanfaatkan teknologi AI secara tepat guna.
“Kami berkomitmen untuk mempermudah perjalanan transformasi digital penjual di platform kami, dengan menyediakan teknologi kelas dunia dan sistem pendukung yang relevan,” ujar James Dong, CEO Lazada Group.
Dalam riset bertajuk Menjembatani Kesenjangan AI: Persepsi dan Tren Adopsi Penjual Online di Asia Tenggara, Lazada dan Kantar menemukan bahwa 91% penjual di Indonesia terbuka terhadap penggunaan AI dalam kehidupan pribadi, bahkan melampaui angka pembeli yang hanya 78%.
Lebih jauh, 29% penjual online di Indonesia sudah mahir menggunakan AI dalam operasional bisnis mereka. Namun demikian, masih ada tantangan besar: sebanyak 68% penjual ragu akan manfaat jangka pendek dari AI, sementara 69% menganggap biaya implementasi awal cukup tinggi.
Untuk menjawab kesenjangan tersebut, Lazada membagi penjual dalam tiga kategori kesiapan. Yaitu AI Adepts (pengguna lanjutan), AI Aspirants (pengguna parsial), dan AI Agnostics (pengguna minimal).
Setiap kategori mendapat strategi panduan yang berbeda, agar penjual bisa mengadopsi teknologi sesuai kapasitas bisnis mereka saat ini. Lazada juga mengintegrasikan fitur-fitur AI di berbagai tahap operasional agar memudahkan penjual dalam transisi digital ini.
“AI adalah bagian integral dari ekosistem eCommerce kami. Fitur-fitur yang kami kembangkan membantu penjual untuk lebih efisien, terhubung lebih baik dengan pelanggan, dan meningkatkan performa bisnis mereka,” jelas Amelia Tediarjo, Head of Business Growth and Operations Lazada Indonesia.
Dalam hal terobosan pengalaman pelanggan, Lazada menghadirkan inovasi seperti AI-Powered Skin Test yang menganalisis kondisi kulit menggunakan AR untuk rekomendasi produk lebih tepat, serta Virtual Try-On untuk pengalaman mencoba produk secara virtual.
Data yang dihasilkan saat pelanggan mencoba fitur ini terkoneksi dengan chatbot AI Lazzie yang akan memberikan rekomendasi yang dipersonalisasi. Semua fitur ini dirancang untuk membantu penjual meningkatkan peluang konversi ke penjualan agar mereka mampu mengembangkan bisnis mereka secara efektif dan kompetitif.
Dengan seluruh inovasi ini, Lazada menegaskan perannya bukan hanya sebagai marketplace, tetapi juga sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia dan Asia Tenggara. Penerapan teknologi AI yang tepat guna dipercaya dapat membawa pelaku usaha online Indonesia menjadi pemain unggulan di kancah global.
“Mengadopsi AI bukan sekadar mengikuti tren. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan penjual siap menyongsong masa depan. Kami bangga menjadi bagian dari perjalanan sukses mereka,” pungkas Amelia.