INDUSTRY.co.id - Jakarta — Dunia kerja saat ini tidak lagi hanya menilai gelar pendidikan atau kemampuan menghafal teori. Perusahaan, instansi, dan pelaku usaha menuntut sumber daya manusia yang memiliki keterampilan yang langsung bisa diterapkan di lapangan.
Melihat tantangan ini, GETI Incubator menjawabnya dengan menghadirkan tujuh skema sertifikasi BNSP yang seluruhnya berbasis praktik dan langsung mengacu pada kebutuhan nyata industri digital saat ini.
“Dunia kerja butuh orang yang tidak hanya tahu, tapi juga bisa. GETI menjawab lewat 7 skema yang langsung praktik,” ujar Rachmat Wirasena Suryo, General Manager Academic GETI Incubator. Ia menekankan bahwa pendekatan pelatihan yang hanya mengandalkan ceramah atau modul PDF tidak lagi cukup untuk membekali peserta agar siap bersaing di dunia kerja.
Tujuh skema sertifikasi yang dijalankan oleh GETI mencakup bidang-bidang strategis di era digital: Digital Marketing, Content Creator, Livestream Selling, Ekspor Digital Berbasis Platform, Logistik Digital, Pendamping UMKM Digital, serta Operasi ERP untuk Manajemen Bisnis dan Retail. Seluruh skema dilengkapi dengan uji kompetensi berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan fase inkubasi satu bulan bagi peserta yang ingin benar-benar mendalami praktik industri.
Data dari LinkedIn Jobs Report 2025 menunjukkan bahwa 6 dari 10 lowongan pekerjaan di Indonesia tahun ini meminta keterampilan digital sebagai syarat utama, khususnya dalam pemasaran, konten digital, manajemen rantai pasok, dan sistem ERP. Di sisi lain, hanya 34% lulusan baru yang mengaku siap kerja tanpa pelatihan tambahan.
Dengan pendekatan khas TauBisaJago, GETI memastikan peserta tidak hanya mengerti teori (tau), tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang teruji (bisa), dan siap menjalankan pekerjaan secara profesional (jago). Fase praktik dalam pelatihan GETI mencakup pembuatan kampanye iklan digital nyata, siaran langsung produk, editing video konten untuk UMKM, negosiasi dengan buyer luar negeri, hingga simulasi sistem ERP dengan studi kasus ritel dan manufaktur.
Program ini telah dijalankan bersama berbagai kampus dan mitra industri, seperti UI Vokasi, UGM, UPN, Swiss German University, dan Universitas Raharja. Di tingkat lapangan, GETI juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga pelatihan untuk memperluas akses pelatihan ke kalangan UMKM dan pencari kerja muda.
Hingga pertengahan 2025, lebih dari 6.000 peserta telah mengikuti pelatihan dari salah satu dari tujuh skema yang ditawarkan GETI, dan lebih dari 70% di antaranya menyatakan mendapatkan manfaat langsung berupa penambahan portofolio kerja, peluang magang, hingga tawaran pekerjaan dari mitra industri.
Rachmat menambahkan bahwa salah satu kekuatan GETI adalah kemampuanmenggabungkan sertifikasi formal dengan dunia praktik. “Setiap peserta tidak hanya membawa pulang sertifikat, tapi juga pengalaman yang bisa langsung ditunjukkan ke perekrut atau klien,” ujarnya.
Dengan pendekatan yang adaptif dan fokus pada praktik nyata, GETI tampil sebagai penyedia pelatihan dan sertifikasi yang bukan hanya relevan secara kurikulum, tetapi juga efektif dalam membekali peserta untuk langsung memasuki pasar kerja yang semakin digital dan kompetitif. Silahkan menghubungi Whatsapp GETI https://s.id/industrycoidxgeti untuk info lanjutannya.