INDUSTRY.co.id - Jakarta – Untuk membantu memperbaiki kualitas udara dan menjaga kelestarian lingkungan, Grup Ajinomoto Indonesia menunjukkan komitmen nyata melalui berbagai inisiatif keberlanjutan.
Salah satu langkah unggulan Ajinomoto adalah inisiatif Ajinomoto Health Provider, yang tak hanya berfokus pada kesehatan manusia tetapi juga lingkungan. Dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE), Ajinomoto melakukan perubahan signifikan di pabriknya yang berlokasi di Mojokerto dan Karawang.
Pabrik Ajinomoto di Mojokerto telah sepenuhnya menghentikan penggunaan batu bara sebagai bahan bakar mesin boiler. Sebagai pengganti, digunakan biomassa dari limbah pertanian yang jauh lebih ramah lingkungan. Dengan langkah ini, Ajinomoto berhasil menurunkan emisi karbon secara signifikan.
“Sejak penggantian bahan bakar ke biomassa, kami berhasil menekan emisi karbon sebesar 223,2 kTCO2 per tahun dibandingkan tahun fiskal 2018,” ujar Samsul Bakhri, Direktur PT AJINOMOTO INDONESIA.
Ajinomoto juga memanfaatkan energi surya sebagai sumber listrik alternatif. Sejak 2022, panel surya mulai digunakan di dua pabrik utama. Hingga tahun fiskal 2024, kapasitasnya telah mencapai 3,61 MWP.
Selain itu, kerja sama dengan PT PLN (Persero) memungkinkan penggunaan Renewable Energy Certificate (REC) sebagai bukti konsumsi listrik dari sumber terbarukan.
“Gabungan panel surya dan REC telah membantu kami mengurangi emisi karbon hingga 90 ribu ton pada 2024,” tambah Samsul.
Komitmen Ajinomoto terhadap lingkungan tidak berhenti di energi bersih. Direktur PT AJINOMOTO INDONESIA dan Kepala Pabrik Karawang, Jasman Silalahi, menjelaskan bahwa perusahaan juga terus mengurangi penggunaan plastik di berbagai produk.
“Kami meluncurkan kemasan kertas untuk MSG AJI-NO-MOTO yang mampu memangkas penggunaan plastik hingga 30%. Untuk Masako, kami mengurangi bagian plastik pada header dan inner part, serta mengembangkan kemasan mono-material yang mudah didaur ulang,” terang Jasman.
Selain inovasi kemasan, Ajinomoto juga menggandeng startup lingkungan seperti Rekosistem, serta komunitas lokal seperti bank sampah dan TPS3R, untuk mendukung sistem daur ulang dan edukasi masyarakat sekitar. Bahkan, para karyawan pun diajak aktif mengumpulkan sampah kemasan untuk mendukung upaya ini.
Ajinomoto juga menerapkan prinsip ekonomi sirkular di pabrik. Hasil samping dari produksi MSG seperti tetes tebu, diolah menjadi produk co-product yang berguna seperti AJIFOL (untuk tanaman) dan FML (untuk pakan ternak). Ini merupakan bagian dari siklus berkelanjutan yang disebut “Bio-Cycle Ajinomoto.”
Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap Juni, Ajinomoto mengajak masyarakat Indonesia untuk mulai peduli dari hal kecil, seperti memilah sampah rumah tangga.