INDUSTRY.co.id, Labuan Bajo - Kembali terulang, setelah perairan Raja Ampat yang dirusak ekosistem terumbu karangnya, kini perairan di Labuan yang mengalami kerusakan biota lautnya.

Advertisement

Dikutip dari berbagai sumber, salah satu yang objek wisata yang termasuk salah satu destinasi prioritas yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi ini dirusak akibat seringnya banyak kapa wisata yang mengangkut turis dan kerap sembarang melakukan lego jangkar dan bahkan menabrak terumbu karang di perairan Labuan Bajo.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Marius Ardu Jelamu, mengatakan, masyarakat Labuan Bajo pun sudah coba melaporkan kondisi kerusakan terumbu karang kepada berbagai pihak terkait, salah satunya pihak Balai Taman Nasional Komodo (BTNK). Namun, hingga kini masih belum direspon dengan baik.

Advertisement

Sedangkan, menurut Tokoh di NTT, Gabriel Mahal mengungkapkan atas keprihatinannya atas rusaknya biota laut tersebut, Bahkan, dia sudah melaporkan kejadian ini kepada Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

"Satu kapal yang membawa wisatawan tersebut dikabarkan bocor dan parahnya menabrak terumbu karang di belakang Pulau Padar di dalam Kawasan Taman Nasional Komodo," ungkapnya.

Advertisement

Banyak pihak pencinta terumbu karang dan para pemerhati kawasan wisata pariwisata Labuan Bajo berharap, ada konsen yang serius dari pemerintah pusat mengenai rusaknya terumbu karang yang sangat berharga bagi ekosistem laut dan wisata bahari Indonesia khususnya Labuan Bajo.

Atas rusaknya terumbu karang ini diduga karena lemahnya pengawasan dan perizinan terhadap kapal-kapal di Labuan Bajo yang dan kurangnya kontrol lalu lintas barang legal dan ilegal yang berdampak pada kerusakan biota laut tersebu

Advertisement