Kadin Manfaatkan Krisis Qatar Tingkatkan Ekspor

Oleh : Ahmad Fadli | Jumat, 11 Agustus 2017 - 09:31 WIB

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) (indonesianindustry)
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) (indonesianindustry)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Komite Tetap Timur Tengah dan Organisasi Konferensi Islam memanfaatkan krisis yang menimpa Qatar saat ini sebagai peluang meningkatkan ekspor Indonesia ke negara kaya minyak itu.

"Qatar ini sedang dikucilkan oleh 'abang-abang' di sekitarnya. Nah bagi kami pengusaha, kami melihat bagaimana mengambil peluang ini," kata Katua Komite Tetap Timur Tengah dan OKI Fachry Thaib dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (10/8/2017)

Fachry menuturkan akhir Agustus ini pihaknya akan mengembangkan tim untuk melakukan penjajakan ekspor ke Qatar, setelah pekan lalu melakukan pertemuan dengan sekitar 73 pengusaha yang berminat melakukan misi dagang.

Di antara para pengusaha itu, juga terdapat enam BUMN termasuk PT Semen Indonesia dan sejumlah BUMN konstruksi.

"Qatar sangat butuh barang-barang yang berkaitan dengan konstruksi karena mereka sedang membangun untuk Piala Dunia 2022. Tapi karena ada blokade, mereka butuh material bangunan dan bahan makanan. Turki langsung ekspor ke sana pakai pesawat terbang, Indonesia kenapa tidak ambil peluang itu juga?," ucapnya.

Hendra Hartono, Presiden Indonesia-Qatar Business Council, mengatakan potensi ekspor ke Qatar sangat besar mengingat negara tersebut tengah melakukan pembangunan untuk mendukung Piala Dunia 2022.

"Untuk Piala Dunia 2022, mereka menyiapkan 22 miliar dolar AS untuk membangun fasilitas stadion. Ada lima yang akan dibangun, itu butuh material besi, semen yang ada di Indonesia. Itu yang kita perjuangkan agar produk kita bisa diikutsertakan," tuturnya.

Dengan kondisi kena embargo dari negara sekitar, peluang Indonesia untuk mengekspor kebutuhan lain juga menjadi cara mendorong ekspor.

"Ada 10 barang yang mereka butuh dan mereka infokan ke kami seperti kertas, makanan jadi, kaos dalam, mesin jahit, briket, ikan segar, ayam potong juga obat-obatan. Itu di luar produk utama yang biasa diekspor," ujarnya.

Ada pun blokade yang dilakukam negara sekitar membuat Indonesia tak bisa lagi mengirim barang lewat Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, namun melalui Oman.

"Sejak dahulu memang tidak bisa langsung. Langsung ke Doha juga tidak bisa. Jadi secara geografis bisa dilakukan lewat Oman meski konsekuensinya jadi lebih mahal dari sebelumnya," katanya.

Sepanjang 2016 nilai ekspor Indonesia ke Qatar mencapai 900 juta dolar AS. Sementara hingga pertengahan 2017, nilai ekspor Indonesia ke negara tersebut mencapai sekitar 700 juta dolar AS. Upaya mendongkrak ekspor didorong untuk bisa terus dilakukan agar nilainya tidak anjlok, terutama dengan adanya krisis yang mendera negara tersebut.

"Kalau tidak ada terobosan, nilainya bisa lebih rendah. Makanya kami ingin ada terobosan, beri solusi memperluas ekspor dan melayani yang lainnya," tukas Hendra.

Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar karena hubungan negara ini dengan Iran dan anggapan bahwa kedua negara mendukung kelompok-kelompok teroris yang bertujuan mengacaukan Teluk, khususnya kaitan Qatar dengan Ikhwanul Muslimin yang dianggap ancaman oleh keempat negara.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan virus corona, Achmad Yurianto

Senin, 06 April 2020 - 16:10 WIB

Per Hari Ini, 2.491 Orang Indonesia Positif Corona, 209 Meninggal, 192 Sembuh

Kasus virus corona di Indonesia semakin hari kian bertambah. Juru bicara penanganan corona, Achmad Yurianto, memperbarui data kasus positif virus corona hingga Senin (6/4) pukul 12.00 WIB sudah…

KADIN-Pengusaha Peduli NKRI Dukung Penanganan Wabah Covid 19 Terus Berlanjut

Senin, 06 April 2020 - 16:06 WIB

KADIN-Pengusaha Peduli NKRI Dukung Penanganan Wabah Covid 19 Terus Berlanjut

Para pengusaha Indonesia yang bernaung di Kamar Dagang Indonesia (Kadin) dan tergabung dalam Pengusaha Peduli NKRI menyerahkan bantuan alat medis dalam penanganan wabah Covid-19 di Indonesia…

Pasar Tekstil Tanah Abang (Ist)

Senin, 06 April 2020 - 16:00 WIB

Perumda Pasar Jaya Perpanjang Penutupan Pasar Tanah Abang

Perumda Pasar Jaya memperpanjang penutupan Pasar Tanah Abang untuk mencegah penyebaran corona.

Presiden Jokowi

Senin, 06 April 2020 - 16:00 WIB

Presiden Jokowi Tegaskan Napi Korupsi Tak Dibebaskan karena Covid -19

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pemerintah tidak berniat untuk membebaskan para narapidana korupsi karena pandemi COVID-19.

IKEA- PRSI Donasi Paket Peralatan Rumah Tangga

Senin, 06 April 2020 - 15:50 WIB

IKEA- PRSI Donasi Paket Peralatan Rumah Tangga

Dalam rangka menciptakan kehidupan hari-hari yang lebih baik bagi masyarakat yang lebih luas, IKEA Indonesia memberi bantuan paket produk perlengkapan rumah tangga kepada Perhimpunan Rumah Sakit…