INDUSTRY.co.id - Jakarta-Diperkirakan pada perdagangan  hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak melanjutkan penguatannya meskipun tertahan dengan range pergerakan 5795-5860. Saham-saham yang akan dicermati investor diantaranya ACES, JSMR, CPIN, MAIN, PGAS, TLKM, ADHI.

“Secara teknikal IHSG bergerak berhasil whipsaw pada support bullish trend (5800) dan melanjutkan penguatan sebelumnya dengan melakukan pengujian terhadap resistance terdekat (5830). Indikator Stochastic mengkonfirmasi golden-cross pada area jenuh jual dengan indikasi positif,”kata analis Reliance Sekuritas Indonesia,

Lanjar Nafi di Jakara,Kamis (10/8/2017).

IHSG (+0.23%) pun bergerak berfluktuatif sejak awal sesi perdagangan namun ditutup berhasil menguat 13.44 poin dilevel 5824.01 dengan indeks sektor property (1.51%) dan Industri dasar (1.26%) memimpin penguatan sedangkan indeks sektor konsumer (-0.66%) dan pertanian (-0.33%) menjadi penekan. Perkiraan perlambatan data penjualan ritel (2.7%) yang akan dirilis hari ini menambah keyakinan akan pelemahan daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor pendorong pelemahan IHSG sekalin faktor regional dan global. Aksi net buy investor asing justru mulai terlihat hari ini dimana pada papan reguler terjadi net buy 220.55 Miliar rupiah dan pada papan negosiasi terjadi net sell sebesar 61.20 Miliar rupiah.

Mayoritas indeks saham di Asia seperti Nikkei (-1.29%), Topix (-1.07%), Hangseng (-0.35%), Shanghai (-0.03%) dan Kospi (-1.10%) tertekan pada perdagangan hari ini. Perlihan investor pada asset haven membuat Emas naik 0,6% menjadi $ 1,267.99 per ounce, menuju kenaikan satu hari terbesar sejak 28 Juli 2017. Presiden Donald Trump menaikkan retorikalnya terhadap korea Utara menjadi pemicu kekhawatiran resiko geopolitik meluas terhadap asset beresiko. Indeks Harga Konsumen tiongkok melambat 1.4% dari 1.5% diperiode sebelumnya.

Indeks saham di Eropa seperti Euro Stoxx50 (-1.48%), FTSE100 (-0.82%), DAX (-1.27%) dan CAC40 (-1.71%) melemah menyusul penurunan disebagian besar wilayah Asia. Ancaman dari dampak geopolitik membuat investor cenderung memilih asset haven pada perdagangan hari ini. Sentimen selanjutnya investor akan memperhatikan beberapa data ekonomi AS.