Daftar Kegiatan Penting Dieng Culture Festival 2017

Oleh : Chodijah Febriyani | Sabtu, 05 Agustus 2017 - 10:20 WIB

Dieng Culture Festival 2017 (Foto Ist)
Dieng Culture Festival 2017 (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Banjarnegara- Rangkaian acara inti Festival Budaya Dieng atau Dieng Culture Festival (DCF) 2017 akan berlangsung pada 4-6 Agustus 2017 dengan sebagian besar daftar kegiatan penting akan dilangsungkan di kompleks Candi Arjuna, Banjarnegara.

"Banyak sekali acaranya sampai ibarat ada festival dalam festival," kata Ketua Panitia DCF 2017 Alif Fauzi di Dieng Kulon, Banjarnegara, Kamis (3/8/2017)

Tanpa berniat mengesampingkan acara lainnya, Alif Fauzi mengatakan terdapat kegiatan yang menjadi andalan DCF guna menyedot peminat. Salah satu di antaranya penampilan musik jazz di area Candi Arjuna, Dataran Tinggi Dieng yang memiliki ketinggian 2.100 meter di atas permukaan laut (dpl) pada Jumat (4/8/2017) malam.

Menurut dia, penampilan musik bertagar #jazzatasawan itu menawarkan sensasi menonton musik jazz di alam terbuka dengan suhu 4-lima derajat Celcius bahkan dapat mencapai nol Celcius menilik pada Aempatustus suhu di Dataran Tinggi Dieng tergolong sangat dingin sampai dapat membekukan air menjadi es.

Bagi penonton yang memiliki tiket khusus dapat menikmati performa jazz sambil ditemani alat penghangat anglo sembari membakar jagung ataupun entang yang telah disediakan.

Terkait artis yang tampil, Alif mengatakan pihaknya sengaja tidak mempublikasinya untuk memberi kejutan kepada pengunjung DCF.

Di hari Sabtu (5/8) dini ari, lanjut dia, terdapat acara wisata matahari terbit di beberapa puncak yang terkenal di Dataran Tinggi Dieng seperti di puncak Sikunir, Pangonan dan Sekuter. Dalam rangkaian acara ini ditawarkan sensasi dan pengalaman yang khas melihat matahari terbit di berbagai puncak di Dieng.

Pada siang harinya, panitia DCF mengagendakan Festival Caping Gunung yang menawarkan pengalaman tersendiri bagi pengunjung yang memiliki tiket khusus.

Caping sendiri merupakan jenis topi khas terbuat dari anyaman bambu yang biasa dipakai para petani tradisional di bayak tempat di Nusantara. Penggunaan penutup kepala spesifik itu biasa digunakan untuk menghindarkan kepala penggunanya dari sengatan terik matahari.

Dari Festival Caping Gunung itu pengunjung bertiket khusus akan mendapatkan satu buah caping dan kuas. Sementara panitia akan menyediakan cat warna-warni untuk dipakai pengunjung mewarnai caping tersebut. Motif pewarnaan akan dinilai panitia dan mendapatkan penghargaan khusus.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Perizinan SIKM

Minggu, 31 Mei 2020 - 20:15 WIB

Cek Fakta SIKM Pemprov DKI Jakarta

Perizinan SIKM telah dibuka sejak Jumat, 15 Mei 2020. Pemohon disarankan untuk mengajukan perizinan SIKM secara bijak sebelum melakukan perjalanan dengan hindari dilakukan pada waktu yang mendesak…

Konsep Micro Farming

Minggu, 31 Mei 2020 - 18:45 WIB

Micro Farming Solusi Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19

Micro farming adalah pertanian keluarga dengan memanfaatkan lahan terbatas di pekarangan atau sekitar rumah dengan budidaya pertanian produktif

Pemakaman Pasien Covid-19

Minggu, 31 Mei 2020 - 18:15 WIB

Gawat! Kasus Kematian Covid-19 di Jatim Makin Mendekati DKI Jakarta

Kasus kematian akibat pandemi virus corona (COVID-19) di Jawa Timur kembali melonjak pada hari ini.

Olah Raga Memanah Tingkatkan Kemampuan Prajurit Marinir

Minggu, 31 Mei 2020 - 18:00 WIB

Olah Raga Memanah Tingkatkan Kemampuan Prajurit Marinir

Komandan beserta Perwira Staf Mako Brigif 2 Marinir melaksanakan latihan memanah dalam rangka meningkatkan kemampuan dan keterampilan memanah bagi Perwira Brigif 2 Marinir di Bhumi Marinir Gedangan,…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

Minggu, 31 Mei 2020 - 17:30 WIB

Anies Ingatkan ASN: Didepan Seragam Kita Ada Simbol Negara, Tugas Kita Menomorsatukan Rakyat Daripada Diri sendiri

"Saya ingatkan kepada kita semua, di sisi depan baju seragam kita ada simbol abdi negara. Itu bukan sekedar ornamen seragam, itu adalah wujud sikap kita. Kita adalah penyelenggara negara,"