INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri perindusterian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita berkomitmen untuk mempercepat penerapan teknologi dan digitalisasi di sektor industri manufaktur tanah air. Langkah ini menurutnya sejalan dengan program prioritas Making Indonesia 4.0 yang telah diluncurkan oleh Presiden Jokowi pada 2018 lalu.

Advertisement

“Menurut Bapak Presiden, cakupan elektrifikasi dan internet yang semakin diperluas, akan turut mendukung pembangunan eksosistem untuk mendorong digitalisasi bagi pelaku usaha dan upaya pengembangan startup di Indonesia. Upaya ini akan melahirkan semakin banyak entrepreneur muda berkualitas di negeri ini,” papar Menperin Agus dalam keterangannya seperti dikutip redaksi pada Senin (19/8/2024).

Selain itu, terkait penggunaan produk dalam negeri, pihaknya juga akan terus berupaya untuk mendorong penggunaan produk industri dalam negeri.

Advertisement

“Kemenperin telah melaksanakan Business Matching 2024 di Bali beberapa waktu lalu, dengan mencatatkan nilai komitmen pembelian produk dalam negeri pada pengadaan barang jasa pemerintah sebesar Rp1.428,25 triliun,” ujar menperin.

Angka ini menurutnya merupakan komitmen dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah sebesar Rp585,69 triliun serta komitmen dari BUMN sebesar Rp842,56 Triliun.

Advertisement

“Sesuai yang disampaikan Bapak Presiden, karena kita ingin apa yang berasal dari rakyat, dapat kembali ke rakyat dan bermanfaat maksimal untuk rakyat,” imbuh Menperin.

Sejatinya, angka tersebut jumlahnya lebih tinggi dibandingkan pada periode sebelumnya yang hanya mencapai angka komitmen sebesar Rp1.157,47 triliun,

Advertisement

Hal tersebut dikarekan kegiatan Business Matching 2024 yang dilaksanakan tersebut mendapat antusias luar biasa yang diikuti oleh sebanyak 4.437 peserta, yang  terdiri dari perwakilan kementerian, lembaga, pemerintah daerah (K/L/PD), badan usaha, asosiasi, dan perusahaan industri.

Dalam kegiatan itu sendiri telah tercapai realisasi penyerapan produk dalam negeri sebesar Rp213,68 triliun yang berasal dari realisasi K/L/PD sebesar Rp146,94 triliun dan BUMN sebesar Rp66,74 triliun. Angka ini jumlahnya lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai angka realisasi sebesar Rp181 Triliun.

“Kami optimistis, jumlah ini masih akan terus bertambah dan diharapkan dapat mencapai Rp250 triliun di akhir triwulan III-2024,” ungkap Agus.