INDUSTRY.co.id - Bekasi kembangkan platform dan aplikasi untuk melangkah jadi smart city. Guna mewujudkan hal itu, Pemerintah Kota Bekasi menggandeng Telkomsel dan Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) Institut Teknologi Bandung membangun aplikasi Patriot Operation Center (POC) dan aplikasi Smart Online Reporting & Observation Tools (SOROT).
Dua aplikasi ini mirip dengan aplikasi Qlue yang dipakai Pemerintah DKI Jakarta. Dua aplikasi ini bisa diperoleh gratis dengan mengunduh di Google Play atau Playstore dari smartphone Anda.
“Dengan konsep smart city ini pihaknya bisa memantau langsung kejadian yang terjadi diseputar Kota Bekasi. Misalnya, kemacetan, kerusakan infrastruktur, dan banjir,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.
Meski dapat dipantau dengan mudah, pihaknya akan terjun langsung kelapangan. Akan tetapi, monitoring ini bertujuan untuk mempercepat Pemkot Bekasi mengambil tindakan. Seperti kemacetan parah di jalan protokol, pemda akan mengerahkan anggota Dishub untuk mengurainya.
Adapun nilai pendapatan pada tahun 2015 sebesar Rp 1,5 triliun, sementara tahun 2016 ditargetkan Rp 2 triliun. Salah satu konsep smart city yang sudah berjalan dan menghasilkan pendapatan adalah sistem parkir meter yang diterapkan awal 2015.
Dia menilai, penerapan konsep ini tak banyak membebani Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi, sebab sebagian besar infrastukturnya dibangun oleh pihak ke tiga. Sementara, sebagian keuntungan disetorkan ke kas daerah Kota Bekasi.