INDUSTRY.co.id - Jakarta-Struktur modal semakin kuat, PT Bank MNC Internasional Tbk. menggenjot ekspansi pada sektor consumer dan ritel dengan target pertumbuhan total kredit 13% sepanjang tahun ini.

Advertisement

Presiden Direktur MNC Bank Benny Purnomo menjelaskan struktur permodalan perseroan yang semakin kuat akan mendukung ekspansi kredit di masa depan. Akhir tahun ini, modal inti MNC Bank ditargetkan naik menjadi Rp2 triliun.

"MNC Bank menargetkan penyaluran kredit tumbuh sekitar 13% year-on-year dengan fokus pada segmen consumer dan ritel. Sedangkan, penghimpunan dana pihak ketiga tumbuh sekitar 10% yang ditekankan pada peningkatan dana murah," katanya di Jakarta, Jumat (4/8/2017). 

Advertisement

MNC Bank berhasil menghimpun DPK hingga Juni 2017 senilai Rp9,4 triliun. Manajemen menjaga pertumbuhan DPK sebagai langkah konsolidasi agar rasio kredit terhadap pendanaan (loan to deposit ratio/LDR) menguat. 

"LDR bank kami jaga di level 84%-85%, tahun lalu 77%. Kami sengaja mengerem sedikit pertumbuhan dananya supaya LDR bisa lebih baik," tuturnya.

Advertisement

Penyaluran fungsi intermediasi MNC Bank pada semester I/2017 mencapai Rp7,6 triliun. Saat ini Perseroan sedang melakukan restrukturisaai kredit bermasalah lantaran MNC Bank sudah semakin kuat saat ini.

Menurut Benny, restrukturisasi penyaluran kredit dilakukan demi kinerja perseroan dalam jangka panjang agar lebih lincah. MNC Bank mengalokasikan biaya cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sampai dengan akhir Juni 2017 sebesar Rp87 miliar.

Advertisement

Strategi cost of fund dari DPK yang lebih murah, dan penyaluran fungsi intermediasi yang berkualitas, membuat pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) melonjak 20% menjadi Rp202,5 miliar dari Rp169,1 miliar. MNC Bank mengantongi pendapatan bunga senilai Rp582,9 miliar, naik dari semester I/2016 sejumlah Rp568,8 miliar.

Sementara itu, segmen consumer dan ritel yang digenjot oleh MNC Bank terutama pada kredit pemilikan rumah (KPR) dan kartu kredit. Hingga Juni 2017, MNC Bank telah menyalurkan KPR sebesar Rp1,4 triliun atau tumbuh sebesar 27% dari akhir 2016.