INDUSTRY.co.id - Gubernur Bali I Ketut Sudikerta mengaku jika pertemuan tersebut membahas soal beberapa infrastruktur besar di Bali yang akan dibangun secepatnya.

Advertisement

“Tadi pagi saya baru pulang dari Jakarta dengan pesawat pertama. Semalam pertemuan dengan beberapa menteri terkait membahas soal pembangunan infrastruktur di Bali,” ujarnya di Denpasar, Jumat (4/8/2017).

Menurutnya, dari beberapa pembangunan mega proyek tersebut, ada beberapa pengerjaan yang harus segera diselesaikan dalam rangkaian menyambut Konferensi IMF dan Bank Dunia.

Advertisement

Keenam proyek raksasa yang dimaksud adalah pembangunan Bandara Internasional di Bali utara, pengembangan kawasan industri pariwisata di Buleleng Barat, pembangunan stadion olah raga berstandar internasional di Bali selatan, pembangunan kereta api keliling Bali, pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional di Pura Besakih, dan perluasan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. 

Selain itu, ada juga pembangunan sarana pengolahan limbah dan antisipasi kemacetan di kawasan Bali selatan.

Advertisement

Dari beberapa proyek raksasa tersebut, ada dua proyek yang harus segera dikebut untuk menyongsong Konferensi IMF yakni perluasan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali dan percepatan pengolahan sampah di TPA Suwung Denpasar.

“Kalau urusan perluasan Bandara Ngurah Rai dan pengolahan limbah di TPA Suwung akan dikebut menyongsong Konferensi IMF dan Bank Dunia,” ujarnya.

Advertisement

Menurut Sudikerta, berbagai proyek raksasa tersebut akan dibangun melalui Keputusan Presiden (Keppres) yang saat ini sedang disusun drafnya oleh kementerian dan lembaga terkait.

“Dalam rapat tersebut sudah dikatakan bahwa paling lambat tahun 2018 nanti sudah mulai dibangun berbagai proyek raksasa tersebut,” ujarnya. 

Untuk total nilai proyek sangat bervariasi dan sangat tergantung dari hasil kajian dan master plan yang ada.