INDUSTRY.co.id - Jakarta-Pada perdagangan Jumat (4/8/2017) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak kembali mixed diakhir pekan dengan range pergerakan 5772-5819.
Kemarin IHSG ditutup tertekan cukup dalam -43.67 poin sebesar -0.75% dilevel 5780.58 seiring aksi ambil untung terlihat pada sektor pertambangan yang membebani IHSG turun -2.5% dengan penurunan saham ADRO (-2.64%) dan ITMG (-1.92%).
"Secara teknikal pergerakan IHSG telah break out support MA25 (5819) dan sedang melakukan pengujian pada support uptrend dan MA50 (5772). Indikator Stochastic terkonfirmasi pelemahan setelah sebelumnya bergerak cenderung negatif setelah dead-cross pada area jenuh beli," kata analis Reliance Securities Lanjar Nafi di Jakarta, Kamis (3/8/2017).
Dikatakan, bursa saham di Asia seperti Nikkei (-0.25%), Topix (-0.03%), HangSeng (-0.28%), CSI300 (-0.88%), Kospi (-1.68%) dan IHSG (-0.75%) mayoritas ditutup tertekan seiring pelemahan saham global dari level tertinggi yang diwarnai aksi profit taking. Indeks saham korea selatan anjlok paling dalam sejak november tahun lalu dalam rencana pemerintah untuk menaikan pajak perusahaan besar. Indeks outlook kinerja sektor jasa di Tiongkok berkontraksi dengan ekspektasi dirilis turun 51.5 dari 51.6 dengan ekspektasi naik 51.9.
Bursa Eropa dibuka bervariatif Euro Stoxx (-0.05%), FTSE (+0.11%), DAX (-0.14%) dan CAC40 (+0.20%) sedikit berubah. Data penjualan ritel di zona Eropa terlihat membaik rilis berkontraksi naik 0.5% dari 0.4%. Saham produsen energy turun seiring pelemahan bursa di Asia. Nilai tukar Euro pun terkoreksi pasca lonjakan pada hari rabu kemarin dan USD menguat menunggu beberapa data ekonomi AS seperti data pasar tenagan kerja. Investor terfokus pada data persediaan minyak di AS yang perkirakan meningkat.
Minimnya katalis positif dalam negeri lanjut dia, membuat investor enggan berprilaku agresif meskipun pergerakan IHSG tertinggal dan cenderung konsolidasi akhir-akhir ini. Aliran dana investor asing pun kian melebar dimana pada perdagangan hari ini tercatat net sell 305.06 Miliar rupiah.
"Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya AALI, ACES, CPIN, ICBP, INDF, CTRA, MAIN," katanya.