Berhasil Cetak Laba Rp 136 M pada 2023, LRNA Siapkan Strategi Ekspansif 2024

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 21 Juni 2024 - 14:06 WIB

Managing Director PT Eka Sari LorenaTransport Tbk (LRNA), Ryanta Soerbakti, MBA, berpose bersama Trihayu Mitra K. Soerbakti, MA (tengah) dan Herlisa Dessy H Silalahi, SE, Corporate Secretary LRNA usai RUPST di Bogor, 21 Juni 2024. (Foto: Humas LRNA)
Managing Director PT Eka Sari LorenaTransport Tbk (LRNA), Ryanta Soerbakti, MBA, berpose bersama Trihayu Mitra K. Soerbakti, MA (tengah) dan Herlisa Dessy H Silalahi, SE, Corporate Secretary LRNA usai RUPST di Bogor, 21 Juni 2024. (Foto: Humas LRNA)

INDUSTRY.co.id - Bogor - Perusahaan Otobus (PO) transportasi angkutan darat, PT Eka Sari LorenaTransport Tbk (LRNA) mengungkapkan sejumlah strategi ekspansi bisnis di tahun 2024 ini seiring dengan pemulihan kinerja Perseroan sepanjang tahun 2023 dan kuartal I-2024.

 

Hal itu terungkap dalam Paparan Publik yang membahas prospek dan strategi bisnis tahun 2024, usai Perseroan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Swiss-Bel Inn Bogor, Jumat, 21 Juni 2024. RUPST juga menyetujui sejumlah agenda tahunan di antaranya pengesahan Laporan Tahun Buku 2023.

 

Managing Director LRNA, Ryanta Soerbakti, MBA, mengatakan, salah satu strategi ekspansi tahun ini adalah menambah jumlah bus listrik, bersamaan dengan rencana Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek mengakselerasi pengembangan ekosistem angkutan umum berbasis listrik di Jabodetabek.

 

“Selain itu, kami juga akan terus memperkuat divisi rental berjangka panjang yang dapat memberikan fixed income atau pendapatan tetap bagi Perseroan,” kata Ryanta, dalam Paparan Publik tersebut.

 

Ryanta lebih lanjut mengatakan, strategi lainnya dari Perseroan ialah membangun kerjasama dengan moda transportasi darat lainnya seperti kereta api cepat yang tengah dikembangkan Pemerintah. Tak hanya itu, Lorena juga akan melakukan peremajaan armada secara berkala di divisi AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) sehubungan dengan pulihnya perekonomian Indonesia.

 

“Kami juga akan terus melakukan efisiensi di segala bidang, meningkatkan kontrol penerimaan dan pengeluaran, implementasi cashless payment method untuk tiket dan memanfaatkan penjualan online yang telah dikembangkan selama 10 tahun, serta menggandeng mitra seperti Traveloka dan Red bus,” pungkas Ryanta.

 

 

Kinerja Perseroan

Sepanjang tahun 2023, pendapatan usaha Perseroan mengalami penurunan 0,15% dari sebesar Rp 93,102 miliar pada tahun 2022 menjadi sebesar Rp 92,958 miliar pada tahun 2023.

 

Pendapatan terbesar Lorena masih dari lini Bus AKAP sebesar Rp 73,03 miliar, disusul lini Rental Bus senilai Rp 13,47 miliar, masing-masing berkontribusi 78,56% dan 14,49% terhadap total pendapatan 2023.

 

Perseroan mencatat laba kotor sebesar Rp 25,56 miliar, melesat 271% dibandingkan pada tahun 2022 dengan laba kotor Rp 6,89 miliar. Rugi bersih tahun berjalan LRNA juga berhasil ditekan 96,35% menjadi hanya Rp 777 juta pada 2023 dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mengalami rugi bersih sebesar Rp 21,31miliar.

 

Kendati demikian, LRNA mampu mencatat laba komprehensif tahun 2023 sebesar Rp 135,87 miliar,dibandingkan tahun sebelumnya rugi komprehensif Rp 21,32 miliar, dipengaruhi oleh adanya kenaikan surplus revaluasi aset tetap sebesar Rp 136,66 miliar.

 

Tahun ini, pada kuartal I-2024, Perseroan berhasil meraih  pendapatan Rp 19,06 miliar, naik 3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp 18,49 miliar. Adapun, pendapatan terbesar Q1-2024 Perseroan masih berasal dari bisnis Bus AKAP senilai Rp 14,29miliar dan Rental Bus sebesar Rp 2,53miliar.

 

Meski demikian, terjadi peningkatan dari lini bisnis Bus Angkutan Bandara atau Jabodetabek AirportConnexion (JAC) yang naik 65% menjadi Rp 1,68 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 1,02 miliar. Tahun lalu, bisnis JAC ini mampu menyumbang Rp 3,56 miliar, naik 5% dibandingkan pada tahun 2022 sebesar Rp 3,39 miliar.

 

“Perseroan meyakini, pada waktunya segmen bus angkutan bandara dans egmen Rental Bus pertumbuhannya akan meningkat signifikan didukung potensi pasarnya,” ujar Ryanta.

 

Selanjutnya, Perseroan akan terus mengembangkan angkutan bandara, Trans Jabodetabek Reguler (TJR) dan Jabodetabek Residence Connection (JRC) serta angkutan rental jangka panjang, sehingga perusahaan tak lagi hanya bergantung pada satu segmenya itu AKAP.

 

Per akhir Desember 2023, Lorena mengoperasikan Bus AKAP di lebih dari 20 rute diantaranya Pekanbaru, Jambi, Palembang, Prabumulih, Lampung, Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Surabaya, Madura, Malang, Jember, Banyuwangi dan Denpasar.

 

 

Sekilas PT Eka Sari Lorena Transport Tbk

PT Eka Sari Lorena Transport Tbk adalah perusahaan jasa transportasi darat yang didirikan pada 9 September 1970. Pada 15 April 2014, Perseroan melakukan Penawaran Umum Saham Perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 150.000.000 saham dan mencatatkan saham pertama kali di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham“LRNA”.***

Komentar Berita

Industri Hari Ini

(ki-ka) Dida Gardera Deputi II Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Perekonomian, Nasrullah Dirjen PKH Kementerian Pertanian, Budi Sulistyo Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Arya Seta Managing Director PT Napindo Media Ashatama secara resmi membuka penyelenggaraan pameran dan forum internasional Indo Livestock dan Indo Feed ke-17, Indo Fisheries ke-14, Indo Dairy ke-15, Indo Agrotech ke-3, dan Indo Vet ke-4 di JCC Senayan

Rabu, 17 Juli 2024 - 19:07 WIB

Indo Livestock dan Indo Fisheries 2024 Expo dan Forum Resmi Dibuka

PT Napindo Media Ashatama (Napindo) dengan bangga mengumumkan penyelenggaraan pameran dan forum internasional Indo Livestock dan Indo Feed ke-17, Indo Fisheries ke-14, Indo Dairy ke-15, Indo…

CEO NeutraDC, Andreuw Th.A.F (kedua dari kiri) saat menjadi panelis dalam perhelatan forum internasional, Batam Interconnect World 2024 yang digelar di Marriot Batam Harbour Bay

Rabu, 17 Juli 2024 - 18:54 WIB

NeutraDC Ungkap Potensi Ekonomi Digital Batam di Forum Internasional SIJORI

Sebagai wujud komitmen perusahaan dalam pembangunan berkelanjutan, NeutraDC sebagai anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) serta NeutraDC-Nxera Batam turut berpartisipasi aktif…

Direktur Group Business Development Telkom Indonesia, Honesti Basyir (ketiga dari kiri) dan Direktur Utama Finnet, Rakhmad Tunggal Afifuddin (ketiga dari kanan, topi hitam) saat melakukan pelepasan tukik di pantai Nusa Dua, Bali beberapa waktu lalu

Rabu, 17 Juli 2024 - 18:47 WIB

Finnet Perkuat Komitmen ESG Lewat Pelepasan Tukik di Pantai Nusa Dua Bali

Sebagai langkah konkret memperkuat komitmen terhadap praktik Environmental, Social, and Governance (ESG), Group Business Development (GBD) Telkom Indonesia bersama anak perusahan, Finnet, melepas…

LLumar

Rabu, 17 Juli 2024 - 17:48 WIB

Sponsori GIIAS 2024, JKIND Kenalkan Produk Unggulan Terbaru Bagi Pencinta Otomotif Tanah Air

PT Jaya Kreasi Indonesia (JKIND), penyedia kaca film dan paint protection film (PPF) terkemuka yang berpengalaman lebih dari 40 tahun dan memiliki lebih dari 100 jaringan authorized dealer di…

Sennheiser Group

Rabu, 17 Juli 2024 - 17:45 WIB

Sennheiser Group Kembali Melihat Tahun Fiskal 2023 Yang Sukses

Sennheiser Group menghasilkan pendapatan sebesar 527,2 juta euro dengan solusi audio profesionalnya pada tahun fiskal 2023. Pendapatan ini melampaui hasil tahun sebelumnya dengan pertumbuhan…