The HUD Institute Desak Pemerintahan Prabowo-Gibran Segera Eksekusi Kelembagaan BP3

Oleh : Ridwan | Kamis, 13 Juni 2024 - 11:25 WIB

Konferensi pers, “Percepatan Pembangunan Perumahan Rakyat melalui Operasionalisasi Badan Percepatan Penyelenggaraan Perumahan (BP3)
Konferensi pers, “Percepatan Pembangunan Perumahan Rakyat melalui Operasionalisasi Badan Percepatan Penyelenggaraan Perumahan (BP3)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ketua Majelis Tinggi The HUD Institute, Andrinof A. Chaniago menyebut bahwa kelembagaan Badan Percepatan Penyelenggaraan Perumahan (BP3) harus segera dieksekusi. Dan keberadaannya menjadi  dasar hukum bagi pemerintah Prabowo - Gibran dalam melakukan transformasi  kelembagaan pembangunan perumahan Kawasan Perkotaan dan Kawasan Perdesaan.

Pembentukan BP3 telah diamanatkan oleh pemerintah melalui Undang-undang Cipta Kerja. Beleid terobosan itu kemudian dituangkan lagi lewat Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2021 tentang BP3 dengan fungsi Mempercepat Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman.  

Menurutnya, percepatan penyelenggaraan perumahan melalui BP3 adalah tebosan besar dan strategis menjawab masalah perumahan rakyat ke depan.

Namun sayangnya, secara kelembagaan, BP3 belum juga operasional sampai saat ini. Padahal regulasi turunan yang mengatur soal organisasi dan tata kerja sekretariat BP3, Tata cara Pengakatan dan Pemberhentian Badan Pelaksana dan Dewan Pengawas BP3 juga sudah lengkap.

"Percepatan penyelenggaraan perumahan lewat BP3 adalah tebosan besar dan strategis menjawab masalah perumahan rakyat ke depan," ungkap Andrinof A. Chaniago, Ketua Majelis Tinggi The HUD Institute, dalam konferensi pers, “Percepatan Pembangunan Perumahan Rakyat melalui Operasionalisasi Badan Percepatan Penyelenggaraan Perumahan (BP3), di Tangerang Selatan, Rabu (12/6).

Untuk itu, The HUD Institute sudah mengajukan sejumlah rekomendasi kebijakan dan langkah strategis yang transformatif dan realistis kepada pemerintah, agar menyegerakan operasionalisasi dan pelaksanaan fungsi BP3.

Ketua Umum The HUD Institute, Zulfi Syarif Koto menjelaskan, rekomendasi yang diusulkan The HUD Institute tersebut berdasarkan hasil masukan dari para pemangku kepentingan yang terlibat dalam ekosistem penyediaan dan pembiayaan perumahan. Baik dari sisi penyediaan (pasokan) dan dari sisi permintaan (demand), dimana keduanya saling ketergantungan. 

Dari sisi pasokan diperankan oleh pelaku pembangunan berupa badan usaha (BUMN, badan usaha swasta, koperasi). Dari sisi permintaan diperankan oleh lembaga pembiayaan, baik perbankan maupun bukan perbankan dengan subsidi pemerintah khusus bagi perumahan MBR. Dan didukung oleh lembaga pembiayaan, seperti BPJS-TK, SMF, SMI, BP Tapera, maupun bentuk dukungan pendanaan lain dari badan usaha, seperti dana CSR, dana zakat dan lainnya.

“Kajian yang kami hasilkan soal BP3 berfokus pada lima isu strategis yaitu, Tata Ruang dan Penyediaan Tanah, Pembiayaan Perumahan dan Pendanaan, operasionalisasi BP3, Teknik, Teknologi, Mekanisme Perizinan, dan  Hunian Vertikal, dan penyediaan bahan bangunan strategis (‘BULOG Papan’)," tambahnya.

Dari hasil kajian tadi, The HUD Institute kemudian mengusulkan sejumlah rancangan, sehingga BP3 bisa menjadi lokomotif/arranger dalam percepatan pembangunan perumahan MBR di Indonesia ke depan.
 
Ide untuk membuat lembaga Badan Usaha Logistik (Bulog) di sektor papan juga dicetuskan The HUD Institute. Lembaga ini nantinya akan menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan di sektor papan. 

Bahan tersebut ada yang berupa bahan dasar seperti semen, baja tulangan dan kayu, maupun komponen fabrikasi seperti komponen pracetak, bata (tanah liat maupun beton ringan) dan atap baja ringan. Secara teknis, hal yang paling penting pada badan penyangga adalah yang mempunyai data akurat secara real-time antara pasokan dan permintaan. 

“Pada saat ini data-data pasokan dan permintaan di bidang papan masih belum terlalu akurat, sehingga usaha pembentukan badan penyangga seperti bulog papan akan memaksa terbentuknya sistem pendataan yang akurat,” tambah Zulfi.

Dikesempatan yang sama, Muhamad Joni, Ketua The HUD Institute mengatakan, amanat kelembagaan tentang BP3 tidaklah ujug-ujug. Melainkan telah ada sejak diundangkannya UU 1/2011 Tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman  dan UU 20/2011 Tentang Rumah Susun yang mengamanatkan badan atau lembaga yang mempercepat penyelenggaraan perumahan. 

“Keberadaan BP3 memiliki basis legal yang kuat dan dibutuhkan menyediakan perumahan dan memajukan indeks kesejahteraan perumahan. Setidaknya dengan delapan tugas dan fungsi BP3 yang diamanatkan Perpres 9/2021 segera dioperasionalkan serempak dan kompak dengan semua pihak kementerian dan lembaga," jelas Joni.

Dirinya optimis, jika amanat itu dijalankan secara seksama dan fokus, BP3 akan menjadi mesin penggerak utama terealisasinya program 3 Juta unit rumah yang diusung pemerintah Probowo-Gibran.

Termasuk dengan menyediakan tanah perumahan yang merupakan kewajiban negara sesuai UU 1/2011, berikut UU Cipta Kerja dan Perpres 9/2021. Apalagi dengan peran konkrit dan besar dari Badan Bank Tanah ditambah ‘BULOG Papan’, maka penyedian perumahan MBR bisa tercapai mengatasi backlog dan target 3 juta rumah, lanjut Joni.

Ketua The HUD Institute, Ade Armansyah menyebut bahwa dicdalam ekosistem pembiayaan perumahan, BP3 menempati posisi unik, yaitu berada pada sisi pasar primer sekaligus dapat berada pada sisi pasar sekunder. 

Hal itu karena BP3 mengelola dan mencari pemilik rumah yang ditinggalkan/atau diambil alih BP3 untuk dicarikan pembeli baru, karena pemilik lama melanggar peraturan perundangan seperti rumah bersubsidi yang dipindahtangankan kepada orang lain.

“Setelah operasional BP3 masih banyak yang harus dibenahi, seperti, penetapan zona khusus perumahan MBR dalam RTRW. Sekaligus mencegah intervensi pemodal untuk masuk. Pencadangan tanah, pemberian kemudahan perizinan, fabrikasi bahan bangunan lokal yang terjangkau, insentif pajak bahan bangunan perumahan MBR, dana abadi perumahan, penyempurnaan kriteria MBR, penyusunan Housing Queue di daerah, evaluasi kelompok sasaran dan penyusunan skim KPR yang lebih detail menjangkau seluruh lapisan masyarakat di daerah,” pungkas Ade.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Peluncuran eCanter di ajang GIIAS 2024 (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Rabu, 17 Juli 2024 - 19:45 WIB

Mitsubishi Fuso Luncurkan eCanter di Ajang GIIAS 2024, Sematkan Segudang Fitur Mutakhir

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) secara resmi meluncurkan truk listrik, eCanter di pasar Indonesia di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024. Indonesia menjadi…

(ki-ka) Dida Gardera Deputi II Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Perekonomian, Nasrullah Dirjen PKH Kementerian Pertanian, Budi Sulistyo Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Arya Seta Managing Director PT Napindo Media Ashatama secara resmi membuka penyelenggaraan pameran dan forum internasional Indo Livestock dan Indo Feed ke-17, Indo Fisheries ke-14, Indo Dairy ke-15, Indo Agrotech ke-3, dan Indo Vet ke-4 di JCC Senayan

Rabu, 17 Juli 2024 - 19:07 WIB

Indo Livestock dan Indo Fisheries 2024 Expo dan Forum Resmi Dibuka

PT Napindo Media Ashatama (Napindo) dengan bangga mengumumkan penyelenggaraan pameran dan forum internasional Indo Livestock dan Indo Feed ke-17, Indo Fisheries ke-14, Indo Dairy ke-15, Indo…

CEO NeutraDC, Andreuw Th.A.F (kedua dari kiri) saat menjadi panelis dalam perhelatan forum internasional, Batam Interconnect World 2024 yang digelar di Marriot Batam Harbour Bay

Rabu, 17 Juli 2024 - 18:54 WIB

NeutraDC Ungkap Potensi Ekonomi Digital Batam di Forum Internasional SIJORI

Sebagai wujud komitmen perusahaan dalam pembangunan berkelanjutan, NeutraDC sebagai anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) serta NeutraDC-Nxera Batam turut berpartisipasi aktif…

Direktur Group Business Development Telkom Indonesia, Honesti Basyir (ketiga dari kiri) dan Direktur Utama Finnet, Rakhmad Tunggal Afifuddin (ketiga dari kanan, topi hitam) saat melakukan pelepasan tukik di pantai Nusa Dua, Bali beberapa waktu lalu

Rabu, 17 Juli 2024 - 18:47 WIB

Finnet Perkuat Komitmen ESG Lewat Pelepasan Tukik di Pantai Nusa Dua Bali

Sebagai langkah konkret memperkuat komitmen terhadap praktik Environmental, Social, and Governance (ESG), Group Business Development (GBD) Telkom Indonesia bersama anak perusahan, Finnet, melepas…

LLumar

Rabu, 17 Juli 2024 - 17:48 WIB

Sponsori GIIAS 2024, JKIND Kenalkan Produk Unggulan Terbaru Bagi Pencinta Otomotif Tanah Air

PT Jaya Kreasi Indonesia (JKIND), penyedia kaca film dan paint protection film (PPF) terkemuka yang berpengalaman lebih dari 40 tahun dan memiliki lebih dari 100 jaringan authorized dealer di…