INDUSTRY.co.id - Cirebon - Siloam Hospitals Cirebon atau Rumah Sakit (RS) Putera Bahagia Cirebon mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna melayani kebutuhan layanan medis untuk 202 atlet sepeda di event Cycling De Jabar 2024.
Cycling De Jabar merupakan kegiatan tahunan balap sepeda berskala nasional yang diselengarakan melalui Kerjasama Pemprov Jabar, Kompas Grup dan stakeholder lainnya. Digelar tanggal 25 Mei 2024, melalui rute yang menantang, melintang dari titik awal rute utara Cirebon ke Selatan Pangandaran sebagai titik finish.
Dalam event ini, Siloam Hospitals Cirebon (SHCB) menurunkan 1 tim medis yang terdiri dari Dokter, Perawat dan dua asisten layanan. Dilengkapi armada mobil Ambulans tipe tertinggi yang dimiliki pihak RS Putra Bahagia Siloam Cirebon.
Ini ketiga kalinya Siloam Hospitals diberi kepercayaan untuk mengawal kegiatan bersepeda berskala nasional. Tim medis yang dikerahkan memiliki sertifikat ACLS, EMT dan sertifikat ATLS.
"Mobil ambulans yang dibawa pun dilengkapi alat resusitasi jantung dan paru dengan monitor dan alat defibrillator, kelengkapan P3K dan obat penunjang, alat bantu nafas dan alat mobilisasi pasien sehingga akan memudahkan jika atlet harus dievakuasi”, tutur dokter Samuel Andika, Residance Medical Officer Emergency Departement SHCB.
Menurut dr. Samuel, sejumlah obat penunjang yang dibawa disertakan mengikuti jenis olahraga yang dilakukan para atlet, dengan melihat kondisi yang ada pada saat itu pun termasuk obat obatan yang sewaktu waktu dibutuhkan Masyarakat sekitar saat membutuhkan layanan medis.
“Karena ini adalah lomba bersepeda dengan rute jarak jauh yang dilalui dominan berjalur ekstrim maka kami mempersiapkan sejumlah obat, yaitu obat spray untuk keram otot, infus satu set cairan untuk penanggulangan syok dan ada pula obat pacu jantung guna menjaga resiko terjadinya henti jantung”, ungkap dokter Samuel Andika.
Dalam gelaran Cycling De Jabar III, Tim Medis Siloam Hospitals Cirebon menangani enam atlet yang mengalami cidera sepanjang perjalanan.
"Ada yang mengalami cidera akibat jatuh lalu kami tangani hingga dalam kondisi normal. Sebagian peserta lainnya mengalami kram otot dan nyeri. Untuk hal yang fatal, tidak ada," kata dr. Samuel.
"Mungkin karena mereka adalah atlet sehingga stamina mereka secara dominan terjaga dengan baik sehingga hal fatal seperti serangan jantung atau henti jantung mendadak tidak kami temui selama perjalanan, “pungkas dr. Samuel Andika yang ditemani perawat Aziz Alfarizi untuk ikut membantu penanganan kepada atlet yang cidera.