INDUSTRY.co.id - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) akan melakukan divestasi dan monetisasi terhadap sebagian aset yang status kepemilikannya dalam rangka meningkatkan kapasitas keuangan.
Direktur Keuangan JSMR, Anggiasari di Jakarta, Senin mengatakan bahwa aset yang akan dilakukan divestasi dan monetisasi salah satunya tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W1 yang menghubungkan tol bandara melalui Pantai Indah Kapuk (PIK) ke JORR Lingkar Barat sepanjang 10 km, dan PT Trans Marga Jateng yang saat ini kepemilikan perseroan sebesar 70 persen.
"Kepemilikan di JORR W1 itu sebesar 19 persen, kita divestasi semuanya, dan sekitar 10-15 persen Trans Marga Jateng. Mungkin nilainya bisa di atas Rp1 triliun. Kita berdoa saja," katanya.
Pada 2017 nanti, lanjut dia, Jasa Marga tidak melakukan investasi dalam bentuk tunai, mayoritas menggunakan metode "turn key". Dengan begitu, pihak kontraktor membiayai terlebih dahulu kebutuhan dana proyek dan akan dibayarkan bila sudah siap beroperasi.
"Kalau kontraktor tidak cukup modal maka bisa dengan SKBDN (Surat Kredit Berdokuman Dalam Negeri)," paparnya.
Menurut Anggiasari, metode itu membuat perseroan tidak terbebani bunga. Sehingga kemungkinan besar tidak akan ada pinjaman pada tahun depan.
"Kalau 2017 pembukuan bisa baik maka pada tahun 2018 mendatang bisa 'rising fund' (cari sumber dana) lagi sehingga semua proyek yang ditarget 2019 selesai," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama JSMR, Desi Arryani menambahkan bahwa saat ini perseroan sedang dalam tahap proses Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) kepada Komisaris perseroan.
Saat ini, Desi mengemukakan bahwa perseroan sudah menambah hak konsesi jalan tol sepanjang 1.261 km, sebesar 593 km dari hak konsesi itu sudah beroperasi.
"Kita juga sedang upayakan menambah hak konsesi lagi sepanjang 800 km, agar tahun 2019 nanti kita punya hak konsesi secara total menjadi 2.000 km," paparnya.(iaf)