INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pengembang properti ternama Tanah Air, Duta Putra Land meluncurkan klaster Melrose, hunian baru nan mewah di dalam kawasan Grand Duta Garden seluas 100 hektar.
Melrose at Grand Duta Garden terletak di kawasan strategis, hanya 7 menit dari Bandara Soekarno - Hatta, 5 menit pintu tol keluar Benda JORR 2, dan 10 menit dari Daan Mogot.
"Melrose adalah produk masterpiece dari Duta Putra Land, kluster eksklusif terakhir di kawasan Grand Duta Garden," kata Iyang Setiawan, selaku Direktur Utama Duta Putra Land melalui keterangan tertulisnya di Jakarta (2/2).
Kluster Melrose at Grand Duta Garden didesain secara cantik oleh Thomas Elliot dari PAI Architect, dengan konsep bangunan klasik yang mengedepankan estetika dan kesan elegan.
Dengan perpaduan penggunaan jendela yang tinggi di façade rumah semakin meningkatkan kemewahan desain hunian di kluster Melrose. Selain itu, dengan jendela yang tinggi akan meningkatkan siklus sirkulasi udara dan pencahayaan di dalam rumah sehingga rumah terasa sejuk, dan terang.
"Di Kluster Melrose kami juga menyiapkan 13 fasilitas seperti The Pavillion, taman bermain anak, area yoga, area barbecue, dan fasilitas taman tematik lainnya” papar Effendi selaku Direktur Sales Duta Putra Land.

Melrose at Grand Duta Garden memiliki beberapa tipe yakni tipe lebar 5 yaitu tipe Lily dan lebar 6 tipe Rose, dengan alternatif pilihan 2 atau 3 lantai serta tipe masterpiece yaitu lebar 6 tipe Orchid dan lebar 8 tipe Peony, yaitu tipe 4 lantai.
"Khusus untuk tipe Peony, kami menyediakan area untuk instalasi lift," ujar Ester Santoso, selaku Direktur Sales dan Marketing Duta Putra Land.
Duta Putra Land memberikan promo menarik khusus dalam periode launching yaitu harga perdana rumah 3 lantai mulai dari Rp 1,9 miliar, subsidi PPN, subsidi DP, subsidi biaya KPR, free BPTHB, free peningkatan SHM.
"Selain itu, seluruh unit di kluster Melrose sudah dilengkapi dengan kanopi, CCTV, smart door lock, smart home system," imbuh Ester.
Pasar Properti 2024
Meskipun masuk dalam tahun politik, sejumlah analis dan pelaku usaha optimis pasar properti pada 2024 tetap tumbuh. Hal ini bisa diprediksi lantaran adanya berbagai faktor pendukung, salah satunya kemudahan insentif bebas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang sudah disiapkan pemerintah menjelang akhir 2023.
Associate Director Research & Consultancy Services Leads Property Martin Samuel Hutapea mengatakan, peluang pasar rumah tapak Jabodetabek 2024 akan menggeliat.
Martin menjelaskan, optimisme pasar rumah tapak sebetulnya sudah terlihat dari jumlah pasokan yang meningkat.
Berdasarkan data dari Leads Property Services Indonesia pada pertengahan 2023, rumah tapak di Jabodetabek ada 162.000 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 44% ada di Tangerang, Bekasi 25%, Bogor 21%, Jakarta 5%, dan Depok 5%.
“Kinerja penjualan positif masih akan terjadi hingga tahun 2024 ditengah perlambatan pertumbuhan pasokan dan permintaan,” tandas Martin.