INDUSTRY.co.id - Jakarta – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di bursa Malaysia Derivative Exchange menguat hingga mencapai harga tertinggi sebesar 2.670 ringgit per ton. Harga CPO tadi pagi dibuka pada level 2.637 ringgit per ton.

“Secara teknikal, kendati peluang kenaikan CPO masih terbuka, namun titik resistensinya diperkirakan berada di level 2.690 ringgit per ton, sedangkan titik supportnya di posisi 2.620 ringgit per ton,” ujar Agus Chandra, analis pasar komoditi PT Monex Investindo di Jakarta, Kamis (27/07/2017).

Agus mengemukakan, kenaikan harga CPO di Malaysia tersebut tampaknya ditopang oleh sentimen positif seiring dengan kenaikan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT), kenaikan permintaan CPO akibat melebarnya selisih harga CPO dan minyak kedelai yang mengakibatkan konsumen beralih menggunakan CPO serta tren para pengusaha Cina yang kembali memenuhi pasokan ke berbagai pelabuhan CPO milik mereka.

Setiap tahun, demikian Agus, pasokan CPO di Malaysia biasanya meningkat di semester kedua. Hal itu terjadi seiring dengan kenaikan produksi musiman. Akan tetapi produksi CPO pada Juni 2017 menurun seiring dengan cuti Ramadhan dan Idul Fitri yang dilakukan oleh para pekerja di sektor ini.

“Sementara itu, produksi CPO pada Juli 2017 diperkirakan kembali naik. Kendati demikian, kenaikan tersebut sejauh ini masih terbatas. Kondisi itulah yang mendorong peningkatan harga CPO di Malaysia,” pungkas Agus. (Abraham Sihombing)