INDUSTRY.co.id , Jakarta - Dalam beberapa tahun terakhir Indosat Ooredoo mencatat adanya operator telekomunikasi menjual layanan data dibawah biaya produksi sehingga mekanisme pasar tidak dapat berjalan dengan normal.

Advertisement

Hal tersebut membuat pendapatan yield data indosat terus menurun dari tahun ketahun. Kejadian tersebut dinilai berbahaya karena terjadi merata pada semua operator.

Kondisi persaingan bebas nir regulasi seperti saat ini mengakibatkan imbal hasil yang diperoleh atas layanan data tidak memadai. Indosat OOoredoo mencatat pendapatan yield data dikuartal I 2017 Rp14.000 pergigabyte (GB), sementara pada kuartal I 2016 lebih tinggi sebesar Rp32.000 per GB dan dikuartal III 2016 turun menjadi Rp17.000 per GB.

Advertisement

"Praktis semua operator terjebak dalam perang tarif, karena itu pemerintah harus turun tangan mengatur tarif batas bawah dan harus mulai didiskusikan sekarang," kata Presiden direktur dan CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli di Jakarta, Rabu (26/7/2017).

Ia mengusulkan, Kominfo supaya dapat menetapkan tarif batas bawah seperti yang berlaku di industri transportasi. Sekilas, aturan semacam ini tidak sepakat dengan persaingan, tetapi dalam jangka panjang akan menyelamatkan kepentingan industri dan pelanggan karena sustainability-nya terjaga.

Advertisement

Sebelumnya, pada seminar Indonesia technology Forum (ITF) pada bulan Mei lalu, Badan Regulasi Telekomunikasi indonesia (BRTI) menyampaikan bahwa pihaknya sedang menyususn revisi atau pengganti Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 Tahun 2008 (PM 9/2008) tentang tata cara penetapan tarif jasa telekomunikasi yang disalurkan melalui jaringan bergerak selular.

Dalam revisi PM tersebut,tarif untuk layanan data akan diatur menggunakan formula. Bebrapa materi pokok dalam revisi tersebut antara lain, Pertama, komponen biaya elemen jaringan merupakan biaya penggunaan jasa pengguna akses internet.

Advertisement

Kedua, biaya penggunaan layanan akses internet berupa biaya yang dibebankan oleh penyelenggara kepada pengguna untuk setiap penggunaan akses internet. Ketiga, biaya penggunaan akses internet sudah termasuk biaya elemen jaringan sewa bandwidth internasional.

Keempat, komponen biaya aktifitas layanan retail merupakan biaya aktivasi atau biaya berlangganan. Kelima, komponen profit margin merupakan tingkat keuntungan yang ditetapkan oleh penyelenggara.