INDUSTRY.co.id-Jakarta-Pefindo memperkirakan penerbitan surat utang 2024 akan tinggi karena banyak yang jatuh tempo dan diperkirakan akan menerbitkan kembali.

Menurut Direktur Utama Pefindo, Irmawati Amran, nilai surat utang korporasi yang jatuh tempo pada 2024 mencapai Rp148,3 triliun.

"Total surat utang jatuh tempo tahun depan cukup tinggi sebenarnya, yakni Rp148,3 triliun yang diterbitkan 122 perusahaan," kata dia di Jakarta, Senin (11/12/2023).

Ia mengatakan di Desember ini, ada beberapa surat utang bertenor satu tahun, maka akan bertambah (nilai surat utang jatuh tempo) di 2024.

Nah lebih lanjut dia katakan, surat utang korporasi jatuh tempo pada 2024 didominasi sektor pembiayaan sebesar Rp26,3 triliun, selanjutnya perbankan Rp24,7 triliun dan telekomunikasi Rp14,1 triliun.

Selain itu, dari total surat utang jatuh tempo Rp148,3 triliun, sebesar Rp118,9 triliun merupakan instrumen obligasi, medium term notes (MTN) senilai Rp13,3 triliun dan sukuk Rp16 triliun.

"Berdasarkan peringkat, sebesar Rp67,8 triliun merupakan surat utang dengan peringkat Triple A (idAAA). Tetapi ada juga peringkat Triple C (idCCC), yakni sebesar Rp1,4 triliun," kata Irmawati.

Ia jelaskan, pada umumnya perusahaan multifinance mendapatkan pendanaan untuk modal kerja berasal dari penerbitan obligasi dan pinjaman perbankan.

"Secara historis, multifinance yang surat utangnya jatuh tempo, cenderung akan menerbitkan lagi obligasi yang biasanya lebih besar dari nilai jatuh tempo," ungkap dia.