INDUSTRY.co.id Jakarta, Adanya kawasan industri pada suatu daerah bisa meningkatkan ekonomi daerah tersebut dan menaikkan taraf kehidupan masyarakat sekitar. Dalam hal ini, Kementerian Perindustrian memiliki program untuk membangun kawasan industri khususnya diluar pulau Jawa.

"Pembangunan kawasan industri diluar pulau Jawa akan mendorong pemerataan kesejahteraan dan pembangunan daerah," ungkap Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto saat melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Sanny Iskandar beserta jajarannya di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Sebelumnya Menperin mengatakan, pembangunan kawasan industri khususnya di luar Jawa berperan signifikan untuk mengakselerasi cita-cita pemerintah mewujudkan Indonesia sentris.

Airlangga menilai, prospek pengembangan kawasan industri di Indonesia masih menjanjikan seiring permintaan lahan kawasan industri yang semakin meningkat. Untuk itu, kawasan industri harus saling terkoneksi dan terintegrasi. “Pengelola kawasan industri harus bersinergi dengan pemerintah daerah setempat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang muncul," jelasnya.

Hingga saat ini, sebanyak 73 perusahaan kawasan industri terdaftar menjadi anggota Himpunan Kawasan Industri (HKI) dengan total area seluas 54.650,52 Ha. "Kawasan industri telah berhasil merealisasikan beroperasinya industri manufaktur di dalamnya sebanyak 9.200 perusahaan yang mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 3,68 juta orang," papar Airlangga.

Pembangunan kawasan industri di Indonesia akan mengalami peningkatan dalam kurun waktu tiga sampai lima tahun ke depan. Hal ini terlihat dari rekomendasi pembangunan kawasan industri baru yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) sebagai salah satu persyaratan dalam pengurusan izin prinsip.

Sementara itu, kawasan industri juga memegang peranan yang cukup strategis dalam mendorong pembangunan dan perekonomian di Indonesia. Hal ini terlihat dari peningkatkan efisiensi dan kemudahan penyediaan infrastruktur serta upaya dalam menarik investasi dan menyediakan lapangan kerja yang luas.

Selain itu, bagi perusahaan yang berlokasi di kawasan industri, dinilai mampu memacu produktivitas dan menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi. Beberapa indikator yang menunjukkan bahwa percepatan penyebaran pembangunan industri sudah berada di jalur yang benar dan menunjukkan hasil yang memuaskan. Pada tahun 2014, sektor industri di luar Jawa menyumbangkan 16,53 persen dari total PDRB dan pada tahun 2016 meningkat menjadi 16,84 persen.

"Peningkatan ini menunjukkan bahwa sektor industri terus tumbuh di luar Jawa dan memberikan kontribusi yang positif terhadap sektor industri nasional," katanya.

Selanjutnya, kontribusi luar Jawa dalam PDB sektor industri pengolahan non-migas menunjukkan kecenderungan yang terus meningkat. Bahkan, secara perlahan sektor industri pengolahan non-migas mulai bergeser ke luar Jawa. Hal ini terlihat dari semakin meningkatnya kontribusi sektor industri non-migas dari 27,47 persen pada tahun 2014 menjadi 28,06 persen dari total nilai tambah sektor industri nonmigas nasional pada tahun 2016.

Investasi langsung dalam bentuk PMA di luar Jawa dalam periode 2010-216 terus mengalami peningkatan baik dalam bentuk nilai maupun kontribusinya. Total PMA yang masuk ke luar Jawa terus meningkat dari USD13,09 miliar pada tahun 2014 menjadi USD14,19 miliar pada tahun 2016. Sementara itu, untuk PMDN nilainya juga terus meningkat dari Rp59,02 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp89,88 triliun pada tahun 2016. Dari sisi persentase juga meningkat dari 37,82 persen menjadi 41,47 persen pada periode yang sama.