INDUSTRY.co.id - Balikpapan - Ketika para wartawan yang biasanya meliput berbagai acara di kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta diundang datang ke Balikpapan - Kalimantan Timur, pada Jumat (17/11/2023), ada hal istimewa yang dilakukan SRO (Self-Regulatory Organization) tetapi terlihat biasa-biasa saja, yaitu pemberian bantuan bernilai Rp453 juta ke Yayasan Rumah Asuh Indonesia.

Advertisement

 

SRO (Self-Regulatory Organization) yang dimaksud terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Upaya SRO memberikan bantuan tersebut didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ini adalah salah satu acara yang disematkan dalam rangkaian peringatan 46 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasaar Modal Indonesia (HUT ke-46 Pasar Modal Indonesia).

Advertisement

 

Apakah benar, pemberian bantuan sebesar itu untuk dunia pendidikan hanya merupakan bantuan biasa-biasa saja? Ditinjau dari total nilai bantuan yang hampir mencapai setengah miliar rupiah tersebut ke Yayasan Rumah Asuh Indonesia, hal ini mengindikasikan betapa besarnya perhatian pemerintah, dalam hal ini Pasar Modal Indonesia, terhadap dunia pendidikan Indonesia di daerah-daerah yang jauh dari ibukota Jakarta saat ini.

Advertisement

 

Ini adalah salah satu langkah yang paling tepat dilakukan pemerintah melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, kegiatan yang berlangsung di BEI setiap hari selalu terkait dengan investasi yang mendatangkan keuntungan bagi para investor yang menanamkan uangnya di berbagai surat berharga seperti saham, obligasi, surat utang, dan sebagainya.

Advertisement

 

Disela-sela menerima keuntungan, para investor itu juga diajarkan untuk memberikan sumbangan guna membantu kegiatan pendidikan di daerah-daerah yang kurang beruntung karena masih belum lengkap seluruh kebutuhan para siswa dan gurunya di dalam melaksanakan berbagai kegiatan belajar-mengajar di bidang pendidikan.

 

SRO yakin bahwa pemberian pendidikan bagi para anak-anak peserta didik masih merupakan sebuah kebutuhan pokok bagi kemajuan suatu bangsa di dalam mencapai cita-cita pembangunan nasional. Karena itu, kepedulian SRO terhadap dunia pendidikan masih merupakan hal penting yang masih dimiliki Indonesia untuk terus menggapai cita-cita masa depan bangsa.

 

Pemberian bantuan di bidang pendidikan seperti ini nantinya dapat memberikan dampak yang positif bagi Pasar Modal Indonesia. Semakin banyak orang yang cerdas, maka akan semakin banyak orang yang mengerti betapa pentingnya pengelolaan aset-aset kehidupan yang dimiliki mereka untuk memberikan hasil yang maksimal.

 

Hingga kini, hanya orang-orang yang mengerti penanaman modal seperti itulah yang memiliki kemajuan yang sangat berarti. Apalagi pemerintah, dalam hal ini OJK, hingga kini masih terus-menerus memberikan kesempatan kepada setiap warga negara Indonesia untuk terus menanamkan modal mereka di Bursa Efek Indonesia.

 

Tanpa ada upaya untuk memajukan kehidupan anak-anak muda yang masih bersekolah saat ini, maka harapan SRO untuk pengembangan ke depan akan semakin tersendat. Itulah pentingnya bagi SRO untuk memberikan perhatian kepada dunia pendidikan di Indonesia. Bagaimanapun juga, generasi muda merupakan generasi penerus yang memberikan kesempatan kepada Pasar Modal Indonesia untuk terus berkembang dan memberikan kehidupan yang pasti bagi masa depan bangsa.

 

Kembali lagi ke acara di Balikpapan, bantuan sebesar Rp453 juta tersebut secara simbolis diberikan oleh Irvan Susandy, Direktur BEI yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Panitia HUT ke-46 Pasar Modal Indonesia, kepada Asep Nugraha, Direktur Yayasan Rumah Asuh Indonesia, di Hotel Novotel, Balikpapan, Jumat (17/11/2023).

 

Bantuan yang diberikan sebesar itu terdiri dari pengadaan perahu sekolah, pembangunan taman bacaan, dan sekaligus pemberian buku pendidikan untuk beberapa sekolah dasar dan menengah di wilayah Kabupaten Berau serta Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

 

“Melalui bantuan ini, pasar modal berharap, dapat membantu meningkatkan literasi anak-anak Indonesia di wilayah yang sulit dijangkau dan membantu mereka mendapatkan pendidikan layak untuk masa depan yang lebih sejahtera,” ujar Irvan Susandy.***