INDUSTRY.co.id - Jakarta - Demi mencapai Net Zero di tahun 2050, PT Siam Cement Group Indonesia (SCG Indonesia) tak hentinya melakukan gebrakan baru. Salah satunya adalah penerapan ESG 4 Plus yang telah dilakukan perusahaan sejak tahun 2022 lalu.
Konsep ESP 4 Plus ini dicanangkan sebagai bentuk dedikasi SCG Indonesia terhadap lingkungan serta bisnis berkelanjutan yang memiliki banyak manfaat untuk masyarakat.
ESG atau Environmental, Social and Governance merupakan standar perusahaan untuk mempraktikan investasi. Sesuai dengan singkatannya, ada tiga hal yang harus diperhatikan yakni lingkungan, sosial perusahaan dan tata kelola perusahaan. Namun, SCG Indonesia mengambil langkah yang berbeda karena bukan hanya menerapkan ESG saja tetapi ESG 4 Plus.
"Artinya ada empat poin penting yang dijadikan konsep dengan akhiran Plus diantaranya Net Zero 2050, Go Green, Reduce Inequality, Embrace Collaboration, serta Keadilan dan Transparansi," kata Country Director SCG di Indonesia, Warit Jintanawan di Jakarta, Rabu (11/10/2023).
Net Zero 2050 merupakan implementasi dari environment yang menjadi komitmen SCG Indonesia untuk tercapainya nol bersih emisi pada tahun 2050. Yang dimaksud dengan Net Zero adalah menurunkan efek rumah kaca yang sampai saat ini masih berlangsung sampai ke angka mendekati 0.
Dalam ESP 4 Plus, Go Green juga diterapkan oleh SCG Indonesia dengan cara menciptakan produk dan industri hijau. "Agar gerakan Go Green ini bisa tercapai maka beberapa hal yang berkaitan dengan daur ulang hingga kebersihan pabrik pun perlu turut dijaga. SCG Indonesia juga sudah mendapatkan sertifikasi green label untuk produknya yang dikeluarkan Lembaga Green Product Council Indonesia sebagai bukti komitmen dalam Go Green," ungkap Warit.
Poin ESG 4 Plus yang selanjutnya adalah reduce inequality merupakan bentuk social SCG Indonesia yang merupakan pembangunan hubungan perusahaan dengan pihak eksternal. Konsep yang dijalankan oleh SCG Indonesia adalah reduce inequality. "Sampai saat ini ada beberapa langkah yang sudah diambil dalam hal ini seperti menerapkan program pemberdayaan masyarakat di lima desa salah satunya di Sukabumi," ujarnya.
Selanjutnya adalah Embrace Collaboration yang merupakan bagian dari Governance atau tata kelola perusahaan yang fokusnya ada di bagaimana perusahaan punya pengelolaan yang baik dan juga berkelanjutan secara internal. Oleh karena itu sampai saat ini SCG Indonesia memperluas kerjasama dengan berbagai stakeholders.
Terakhir yang merupakan poin Plus dari ESG adalah keadilan dan transparansi. Maksudnya adalah SCG Indonesia lebih mengedepankan aspek keterbukaan dan keadilan dalam sistem operasionalnya.