INDUSTRY.co.id-Jakarta-Bursa Kripto belum lama berdiri dan belum banyak informasi bursa ke publik. Bahkan akan ada iuran anggota bursa.
Robby Co Founder dan Chief Compliance Officer Reku sepakat iuran anggota bursa krypto harus balik lagi ke industri.
"Itu (iuran) bagian yang bisa kembali lagi dan jadi bagian literasi, edukasi," kata dia di Jakarta, Rabu (5/10/2023).
Oleh karenanya ini kata dia bisa mengakselerasi pertumbuhan krypto di tanah air seperti bitcoin.
Menurut dia, Bitcoin masih menjadi aset yang sangat menarik di kalangan para pegiat kripto. Terlebih menjelang halving 2024 yang menjadi peristiwa yang ditunggu-tunggu untuk Bitcoin mencapai All Time High (ATH).
“Dominasi Bitcoin berada di level 50,16% di Kuartal III 2023, sementara di Kuartal II sekitar 47%. Jadi ada kenaikan sekitar 3,16%. Ini menandakan bahwa permintaan Bitcoin pun terus meningkat. Investor jangka menengah hingga jangka panjang tetap mengakumulasi Bitcoin, terutama untuk mempersiapkan halving. Oleh karena itu, bagi investor pemula, Kuartal IV ini juga menjadi momen yang tepat untuk mulai menabung Bitcoin dengan memanfaatkan Dollar Cost Averaging (DCA) sebelum harganya menanjak lebih tinggi lagi,” ujar Robby. Robby menjelaskan halving day merupakan momen empat tahunan ketika imbal hasil bagi penambang atau miner berkurang setengah. “Halving day juga membuat laju pasokan Bitcoin di pasar berkurang. Sehingga dengan keterbatasan supply dan tingginya demand, halving memungkinkan harga Bitcoin berpotensi naik signifikan,” tambah Robby.
Secara historis, halving Bitcoin di tahun 2013 mencatat peningkatan harga Bitcoin hingga 93,1 kali setara 164 juta. Kemudian Halving di tahun 2017, harga Bitcoin meningkat 30,1 kali yang membuat Bitcoin mencapai level Rp 300 juta. Selanjutnya tahun 2021 meningkat sebesar 7,8 kali, menyentuh All-Time-High (ATH) di angka Rp 939 juta. Pada halving tahun 2024 mendatang, Bitcoin diproyeksi akan meningkat sebanyak 4,2 kali.