Asaki ungkap Utilisasi Produksi Keramik Nasional Menurun, Ini Biang Keroknya
Oleh : Ridwan | Rabu, 04 Oktober 2023 - 17:00 WIB

Ilustrasi produksi keramik
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Industri keramik nasional tengah mengalami penurunan kinerja. Berdasarkan catatan Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki), tingkat utilisasi produksi keramik nasional periode Januari - September 2023 berada di level 71%.
Angka tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tingkat utilisasi saat pandemi Covid-19 tahun 2021 sebesar 75% dan tahun 2022 yang mencapai 78%.
"Penurunan tingkat utilisasi produksi ini disebabkan oleh lemahnya daya beli masyarakat dan lambannya penyerapan anggaran belanja pemerintah khususnya di sektor infrastruktur," kata Ketua Umum Asaki, Edy Suyanto kepada INDUSTRY.co.id di Jakarta, Rabu (4/10).
Kondisi tersebut semakin diperparah dengan banjirnya produk keramik impor di pasar domestik. Asaki mencatat, volume produk keramik impor khususnya dari Tiongkok terus meningkat setiap bulannya.
Oleh karena itu, Asaki mengharapkan atensi khusus dan dukungan dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mempercepat proses Antidumping terhadap produk keramik asal China dan diharapkan bisa segera diimplementasikan di akhir tahun 2023.
Disisi lain, Asaki sangat menyayangkan dan keberatan terkait kebijakan yang mendadak oleh PGN yang membatasi pemakaian gas maksimal 67% dari kontrak Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PGN yang dihitung berdasarkan pemakaian gas dan selebihnya dikenakan 'surcharge' harian sebesar 250% dari harga gas USD 6,5/MMBTU.
"Ini sebagai upaya terselubung untuk memaksakan kenaikan harga gas kepada industri," tegasnya.
Dengan kebijakan tersebut, jelas Edy, memaksa anggota Asaki yang menggunakan volume gas normal sesuai besaran kontrak harus membayar rata-rata sekitar USD 9,12/MMBTU.
"Besaran angka tersebut serupa seperti harga gas bumi yang dibayar oleh industri keramik di tahun 2014 - 2019 sebelum pemerintah mengeluarkan Perpres No.121 Tahun 2020," paparnya.
Menurut Edy, kebijakan PGN yang kurang transparan berkaitan masalah gangguan pasokan gas bumi dari hulu dan ketidakstabilan pasokan gas yang telah berlangsung cukup lama ini sangat menganggu daya saing industri keramik nasional, dan tentunya juga melanggar norma keadilan bagi pelanggan industri keramik nasional.
Untuk itu, Asaki mengharapkan perhatian dan dukungan dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian ESDM menyangkut daya saing dan ketahanan industri keramik, terlebih menyangkut nasib lebih dari 150.000 tenaga kerja.
Baca Juga
Waduh! Kadin & Pengusaha Beda Pendapat Soal Antidumping Keramik Impor
Siap-siap! Antidumping Keramik Impor Asal China Diproyeksi Bakal…
Sukses Diversifikasi, ARNA Hadirkan Kualitas Produk Jauh Lebih Baik…
Sukses Jadi 'New Comer' di Homogeneus Tiles, ARNA Lanjut Ekspansi
Catat Kinerja Gemilang di Triwulan III-2023, Arwana Citramulia Bukukan…
Industri Hari Ini

Rabu, 29 November 2023 - 10:01 WIB
ASABRI Berikan Santunan ke Ahli Waris Bonifasius Jawa dan Jaminan Pengobatan ke Rani Yohanes Setan
Indonesia kembali berduka. Satu prajurit terbaik tanah air, Bharatu (Anumerta) Alm. Bonifasius Jawa, Gugur menjadi korban kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Titigi,…

Rabu, 29 November 2023 - 09:55 WIB
Industri Kosmetik Nasional Kian Meroket, Ekspornya Tembus USD 601 Juta
Industri kosmetik di Indonesia semakin berkembang dengan memberikan berbagai produk inovatif bagi para konsumennya. Hal ini seiring kesadaran masyarakat yang juga kian meningkat terhadap pentingnya…

Rabu, 29 November 2023 - 09:54 WIB
Rohto Perluas Pabrik dan Kembangkan Fasilitas Stem Cell Di Indonesia
Mengalami pertumbuhan bisnis signifikan, Rohto Indonesia melakukan perluasan lini produksi dalam mengantisipasi kebutuhan sarana produksi untuk produk tetes mata dan juga alat kesehatan lensa…

Rabu, 29 November 2023 - 09:08 WIB
Fitur WhatsApp API untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Pelanggan
Tentu Anda sudah tidak asing dengan ungkapan “pelanggan adalah raja”. Ungkapan ini ada benarnya, sebab tanpa pelanggan, sebuah bisnis tidak akan berjalan dengan baik. Pelanggan yang setia…

Rabu, 29 November 2023 - 07:59 WIB
Manulife Aset Manajemen Indonesia Bangun Sarana Air Bersih di Bogor
PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (“MAMI”) menyalurkan dana purifikasi sebesar Rp 74,4 juta melalui Lembaga Manajemen Infaq (“LMI”) untuk pembangunan sarana air bersih di Desa Cijeruk,…
Komentar Berita