INDUSTRY.co.id - Yogyakarta - Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) digelar antara Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dan Bdan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Advertisement

Penandatanganan MoU yang dilakukan di acara Peer Learning Meeting (PLM) Nasional di Yogyakarta (20/9/2023) ini menunjukkan komitmen Perpusnas dalam memberikan dukungan terhadap penurunan angka stunting di Indonesia.

Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando mengatakan faktor keterbatasan informasi yang dapat dijangkau oleh masyarakat, terutama informasi terkait upaya penanggulangan stunting menjadi salah satu penyebab tingginya angka stunting di Indonesia.

Advertisement

Perpusnas menurut Syarif Bando, berkomitmen untuk memberikan dukungan agar perpustakaan dapat lebih berdaya guna sebagai sumber informasi masyarakat terhadap upaya pencegahan dan penurunan angka stunting.

“Perpusnas siap hadir melalui program transformasi perpustakaan yang langsung menjangkau masyarakat termarjinalkan dan tidak lagi eksklusif bagi kalangan civitas academica tapi juga masyarakat, terutama di pedesaan yang jumlahnya sangat besar,” ungkap Kepala Perpusnas.

Advertisement

Di sisi lain, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengungkap hadirnya perpustakaan hingga tingkat desa memberikan peluang yang sangat besar untuk memperluas jaringan dalam pencapaian lima pilar strategi nasional percepatan penurunan stunting.

“Dengan ditandatanganinya MoU ini, harapan saya dengan langkah yang sangat masif, angka stunting yang saat ini 21,6 persen bisa turun sebesar 3,8 persen menjadi 17,8 persen. Dan sesuai target Presiden Joko Widodo di akhir tahun 2024 angka 14,9 persen bisa tercapai,” ujarnya.

Advertisement

Menurut Hasto Wardoyo, perpustakaan berperan penting menjadi sumber untuk peningkatan literasi dalam mengubah pola pikir masyarakat sebagai penyebab terjadinya stunting.

“Penyebab stunting karena tiga hal, yakni mindset terkait dengan masalah reproduksi, mindset terkait dengan masalah nutrisi, dan mindset terkait sanitasi. Perubahan mindset ini butuh pengetahuan yang akan mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih baik,” ungkap Hasto Wardoyo.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Hari Budiarto mendukung upaya kolaborasi literasi antarinstansi, khususnya dalam lingkup literasi digital.

“Kami akan bekerja sama nantinya dengan Perpusnas melalui program Digital Talent Scholarship untuk bagi pengelola perpustakaan khususnya di tingkat desa sehingga keterampilan mereka dalam ruang digital bisa kita tingkatkan,” terangnya.

Dalam kegiatan PLM Nasional 2023, Perpusnas juga melakukan penandatangan nota kesepahaman dengan beberapa mitra lain. Yaitu Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), serta Universitas Indraprasta Jakarta.

Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Akhmad Muzzaki mengatakan perpustakaan bukan hanya sekedar urusan akademik tapi perpustakaan harus menjadi tempat bertemunya komunitas untuk pengembangan masyarakat.