Pidato Dies Natalis Ke-60 IPB, Presiden Jokowi Dorong Inovasi Besar Hadapi Tantangan Krisis Global

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 16 September 2023 - 06:28 WIB

Presiden Jokowi di IPB Bogor
Presiden Jokowi di IPB Bogor

INDUSTRY.co.id

Bogor-Dunia saat ini menghadapi banyak tantangan dalam berbagai aspek, mulai dari krisis energi, pangan, dan ekonomi, disrupsi teknologi, hingga tantangan geopolitik. Saat berpidato pada Sidang Terbuka Dies Natalis ke-60 Institut Pertanian Bogor (IPB), Presiden Joko Widodo menyebut bahwa tantangan-tantangan tersebut harus bisa dimanfaatkan oleh Indonesia dengan melakukan inovasi-inovasi besar sehingga bisa menjadi peluang bagi Indonesia.

"Dengan tantangan-tantangan yang ada tadi, kita perlu inovasi besar-besaran yang bisa menjadi terobosan, yang bisa menjadi langkah besar kita ke depan itu seperti apa untuk menjadikan permasalahan pangan dunia sebagai peluang Indonesia untuk menjadi lumbung pangan. Ada kesulitan, ada krisis, tapi itu juga bisa menjadi sebuah peluang, bisa menjadi sebuah kesempatan sehingga nantinya bisa justru meningkatkan kesejahteraan petani kita, menyejahterakan nelayan kita," ujar Presiden di Gedung Grha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Jumat, 15 September 2023. Demikian keterangan dari  Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

 

 

Presiden Jokowi juga berpesan kepada semua pihak agar tidak khawatir atau takut dengan banyaknya tantangan global. Menurutnya, tantangan harus dihadapi dan diantisipasi dengan mencari solusi-solusi yang inovatif. Dalam hal pangan misalnya, krisis pangan dunia terjadi akibat peningkatan jumlah penduduk setiap tahunnya, disertai dengan perubahan iklim seperti adanya ancaman Super El Nino, hingga karena situasi geopolitik di Ukraina-Rusia yang berkepanjangan. Presiden pun menaruh harapan besar kepada IPB untuk melakukan inovasi dalam bidang pangan.

"Ini semua kenyataan yang harus kita hadapi, harus kita sadari, kita terima, dan yang paling penting kemudian kita antisipasi, apa yang harus kita kerjakan. Nah, ini tugasnya IPB, Pak Rektor. Urusan pangan ini sudah, serahkan ke IPB. Insyaallah rampung. Saya tunggu. Apa antisipasi kita, rencana dan pelaksanaannya harus seperti apa," ungkapnya.

Lebih jauh, Presiden Jokowi setuju dengan konsep agromaritim yang inklusif dan berkelanjutan atau sustainable and inclusive agromaritime yang dikembangkan oleh IPB University. Menurutnya, konsep tersebut bisa menjadi bagian penting dalam inovasi ekosistem pangan Indonesia.

"Namun, saya yakin upaya tersebut tidak bisa diselesaikan oleh satu disiplin ilmu saja. Tidak bisa monodisipliner, tapi harus interdisipliner, dan bahkan transdisiplin ilmu. Enggak bisa sekarang ini, semuanya saling mengait," imbuhnya.

Untuk itu, Presiden Jokowi menyambut baik perluasan disiplin ilmu di IPB karena memang diperlukan multidisiplin ilmu untuk mengembangkan ekosistem pangan Indonesia, mulai dari manajemen dan pendekatan sosial, intervensi teknologi, sel stem, kecerdasan buatan (AI), mahadata (big data), sistem robotik, dan sebagainya. Presiden Jokowi meminta semua pihak tidak alergi dengan teknologi.

 

"Jangan alergi dengan teknologi. Jangan hindari perubahan teknologi, jangan takut dengan mesin cerdas, dengan AI, karena kemarin waktu di G7, waktu di G20, waktu di ASEAN Summit, semuanya berbicara mengenai AI. Takut sekali semua negara mengenai AI. Regulasinya belum ada, aturan mainnya belum ada, AI-nya terus lari berubah-ubah terus. Semua dibicarakan. Artinya memang kita harus mengantisipasi dan bersiap diri. Sekali lagi, jangan takut dengan mesin cerdas, dengan AI," jelasnya.

Di akhir pidatonya, Presiden Jokowi pun berharap agar IPB bisa menjadi tempat untuk menghasilkan sumber daya manusia unggul yang berkarakter baik. Presiden Jokowi meyakini IPB dapat mengambil peran itu.

"Saya ingin IPB jadi sasana untuk menghasilkan insan-insan unggul yang tidak hanya kompeten di akademik, tapi juga punya karakter yang baik, memiliki akhlak yang baik, yang cinta tanah air, yang punya optimisme tinggi, yang selalu ingin membantu sesama, dan saya yakin IPB University sangat bisa mengambil peran itu," tandasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ricco Survival Yubaidi, S.H., M.Kn., Ph.D. Notaris, PPAT, Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia

Rabu, 19 Juni 2024 - 08:05 WIB

PT Perorangan: Solusi Praktis untuk Percepatan Usaha di Indonesia

Dalam ekosistem bisnis di Indonesia, ada dua bentuk perseroan yang diakui secara hukum: Perseroan Perorangan (PTP) dan Perseroan Terbatas (PT). Masing-masing bentuk perseroan ini memiliki karakteristik…

MoU Binawan dengan Susie Care di Belanda.

Selasa, 18 Juni 2024 - 21:55 WIB

Binawan Siap Tempatkan Perawat Indonesia Bekerja di Fasilitas Milik Pemerintahan Belanda

Impian perawat Indonesia untuk bisa bekerja di benua Eropa, khususnya Belanda, kini terwujud lewat kerjasama yang terjalin antara Binawan Group dengan Susie Care.

Penyediaan dan penyaluran livestock (sapi hidup) untuk menjaga pasokan dna memenuhi permintaan selama HBKN.

Selasa, 18 Juni 2024 - 16:06 WIB

Potong Ratusan Hewan Kurban, ID FOOD Dorong Peningkatan Konsumsi Protein Hewani Masyarakat

Jakarta - Memperingati Hari Raya Idul Adha 1445 H/2024 M, Holding BUMN Pangan ID FOOD melaksanakan penyaluran dan pemotongan ratusan hewan kurban di sejumlah provinsi. Selain untuk memaknai…

Beam Mobility, perusahaan mobilitas mikro terbesar di Asia Pasifik

Selasa, 18 Juni 2024 - 15:00 WIB

Beam Mobility, perusahaan mobilitas mikro terbesar di Asia Pasifik

Beam Mobility, perusahaan mobilitas mikro terbesar di Asia Pasifik, meluncurkan inovasi terbarunya, fasilitas Call Center untuk memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Fasilitas Call Centre…

Rayakan Momen Idul Adha, Danone Indonesia Berbagi 373 Hewan Kurban di Berbagai Wilayah di Indonesia

Selasa, 18 Juni 2024 - 14:27 WIB

Rayakan Momen Idul Adha, Danone Indonesia Berbagi 373 Hewan Kurban di Berbagai Wilayah di Indonesia

Sejalan dengan semangat berbagi di Hari Raya Idul Adha 1445 H di tahun ini, Danone Indonesia kembali menyumbangkan dan membagikan hewan kurban kepada masyarakat melalui pabrik-pabriknya yang…