INDUSTRY.co.id-Jakarta-BTEL Group dalam Paparan Publik menyampaikan peningkatan kinerja Going Concern Business yang terus meningkat secara berkelanjutan.
Meskipun pendapatan sempat mendapat tekanan imbas pasca Pandemi COVID-19, namun tahun 2023 pendapatan Perseroan diprediksi kembali rebound bahkan lebih baik dari tahun-tahun sebelumya.
Kenaikan Pendapatan BTEL Group ditahun2023 tersebut utamanya adalah dari kegiatan bisnis pengelolaan infrastruktur industry Penyiaran berbasis Digital dan dari Digital Na‹frefiog Agency.
Harya Mitra Hidayat,Presiden Direktur BTELGroup menyampaikan “BTELGroup ditahun 2023 terus merasakan dampak positif atas realisasi Visi Peseroan yaitu transformasi kegiatan usaha menjadi kegiatan bisnis berbasis digital.”
Selanjutnya Harya menyatakan dalam merealisasikan Visi tersebut, strategi Manajemen Perseroan adalah menjalankan aktivitas usaha melalui unit unit usaha yang dapat adaptasi dengan cekatan.
Seperti yang telah dilaporkan Perseroan pada Bursa dan juga pada paparan Publik tahun-tahun sebelumnya,Perseroan memiliki beberapa unit usaha yang menjadi lokomotif pendorong kinerja Going Concern BTELGroup.
Melalui PT Layanan Prima Digital (“LPD”), Perseroan melakukan kegiatan usaha dengan menyediakan soiusi Komunikasi untuk target pasar korporasi. Seiring dengan berkembangnya industri usaha digital terutama kegiatan E-Commerce, maka jasa yang ditawarkan oleh LPD juga mengalami peningkatan,baik selama masa pandemi hingga saat sekarang.Kedepannya LPD juga mengembangkan produk Solusi Komunikasinya dengan layanan komunikasi berbasis teknologi digital Artificial Intelligent, sehingga pelanggan LPD dapat memiliki layanan automated Customer Service 24jam yang menggunakan algoritma Artificial Intelligent sesuai kebutuhan.
Selanjutnya melalui PT Inovasi Teknologi Nusantara (“ITN Group”), Perseroan fokus untuk memberikan solusi Informasi Teknologi (IT).ITNjuga menyediakan skill full Manpower (tenaga ahli) di bidang IT untuk berbagai sektor korporasi. Saat ini, ITN telah memiliki kerjasama penyediaan teknologi dan alat-alat pelengkapnya yang berbasis internet(IOT atau Internet of Things) untuk industri transportasi electrik (electric vehicle) dan industri pertambangan.
Selain menyediakan jasa solusi Informasi Teknologi, ITNGroup juga bergerak dibidang penyediaan dan pengelolaan infrastruktur untuk industri penyiaran. Seiring dengan berlakunya ketetapan Pemerintah dimana industri penyiaran harus beralih menggunakan sistem siaran dari analog menjadi digital hingga batas waktu Nopember 2022,makapeluang bisnis ITN Group menjadi sangat potensial.
Sejak tahun 2022, ITN Group telah menjalankan kegiatan usaha pengelolaan infrastruktur industri siaran berbasis digital tersebut yang mana menyumbang 55% dari keseluruhan pendapatan BTEL Group.Terakhir, PT Sangads Digital Pariwara (“Sangads”), yang juga bagian dari ITN Group adalah unit usaha Perseroan yang bergerak di bidang Digital Marketing Agency. Berkembangnya ekosistem bisnisdigital yang amat pesat memberikan peluang besar dalam lini bisnis ini yang juga telah terealisasi dalam bentuk Pendapatan Sangads yang mulai mengalir, menyumbang setidaknya 15% dari total pendapatan BTELGroup.
“Dengan mulai berhasilnya transformasi bisnis BTELGroup menjadi bisnis berbasis digital maka peluang BTELGroup kedepan kami yakini akan solid.Kedepan hampir semua industri dan sektor bisnis satu hal dan hal lainnya akan bergantung dengan teknologi digital,kami di BTEL Group telah menyiapkan sumber daya manusia, jasa dan infrastruktur yang bisa menjadi solusi atas kebutuhan parapihak untuk melakukan transormasi digital tersebut.” ucap Harya Hidayat.