INDUSTRY.co.id - JAKARTA - Pendidikan karakter Pancasila sudah harus diberikan sejak dini. Salah satu tujuannya adalah untuk menghindari konten-konten negatif di era "internet of things".
Lodewijk F. Paulus selaku anggota Komisi 1 DPR-RI menyampaikan, pendidikan Karakter Pancasila adalah kunci untuk menghindari konten-konten negatif di era "internet of things" pada saat ini. Hal ini disampaikan dalam pelaksanaan Pertunjukan Rakyat DJIKPMK Kemenkominfo RI yang bertemakan “Pendidikan Karakter Pancasila di Era 5.0” pada Minggu (27/8/2023).
"Perkembangan internet yang sangat pesat layaknya pedang bermata dua: Di satu sisi, masyarakat dapat memeroleh informasi secara bebas tanpa terhalang jarak dan waktu. Namun, di sisi lain pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dapat menggunakan internat untuk menyerang pribadi, menyebarkan Hoax yang dapat berakibat pada disintegrasi bangsa", kata Lodewijk, belum lama ini.
Lebih lanjut, Lodewijk menekankan, karakter Pancasila yang berpedoman pada Bhineka Tunggal Ika akan menentukan arah bangsa.
"Tanamkan pikiran maka akan menuai perilaku, tanamkan perilaku maka kau akan menuai kebiasaan, tanamkan kebiasaan maka kau akan menuai karakter, tanamkan karakter maka kau akan menuai nasib," ujar Lodewijk.
Dia menambahkan, pesatnya perkembangan teknologi yang disaksikan saat ini, bersamaan dengan kekuatan globalisasi, cenderung mengarah pada radikal Perubahan dunia kerja yang harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang berkarakter dan berkepribadian.
Upaya strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia perlu dilakukan dilakukan melalui pendidikan yang berkarakter Pancasila beriringan dengan perkembangan teknologi. merupakan bagian yang sangat vital, harus mengikuti perubahan masyarakat ini.
Dalam kesempatan yang sama Dr. Nursodik Gunarjo, S. Sos., M. Si, selaku Plt Direktur IKP Kominfo menyatakan Era 5.0 ditandai dengan banyaknya inovasi, Artificial Intelligence dan robotika.
"Era ini membawa perubahan besar pada berbagai aspek kehidupan, termasuk tentu saja berpengaruh terhadap pemaknaan dan penilaian terhadap nilai-nilai Pancasila."
Lebih lanjut, Nursodik Gunarjo juga menyatakan, tiap makna dari Pancasila haruslah sejalan dengan perkembangan teknologi.
"Sila Kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab, dimana nilai-nilai kemanusiaan harus tetap di jaga dalam era perkembangan teknologi agar tidak merugikan manusia dan juga lingkungan, Sila Ketiga, Persatuan Indonesia, harus dimaknai secara khusus dalam mencegah informasi bohon yang dapat menciptakan perpecahan dan disintegrasi bangsa Indonesia"
Setelah pemaparan materi, Lodewijk membuka acara Pertunjukan Rakyat Seni Kuda Lumping. Sanggar Kuda Lumping "Karya Remaja" mementaskan pagelaran seni dengan begitu atraktif sehingga riuh gemuruh tepuk tangan penonton mengalir seketika para pemain kuda lumping memasuki arena panggung.