INDUSTRY.co.id - Dumai - Expo Literasi Dumai, pencanangan Gemurai (Gerakan Membaca untuk Dumai), dibuka secara resmi oleh Wali Kota Dumai, Paisal Kamis, (20/7/2023).
Dalam pembukaannya, Wali Kota Dumai menyebut kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami literasi menjadi hal yang paling esensial dalam kemajuan satu bangsa.
Membaca telah menjadi aktivitas wajib yang diperintahkan untuk dilakukan sejak zaman dahulu. Namun, pesatnya perkembangan teknologi dan digital berhasil menginterupsi kebiasaan generasi muda untuk membaca.
"Kita memerlukan kolaborasi dan inovasi yang kreatif untuk bisa memotivasi aktivitas membaca masyarakat, terutama anak-anak. Jika mereka rajin membaca pasti ilmu dan wawasannya akan bertambah,” ujar Paisal.
Saat ini, diakui Paisal, pihaknya tengah berupaya keras meningkatkan kegemaran membaca anak-anak pelajar dengan meluncurkan sebuah buku yang berisikan teks sederhana dan gambar yang menarik untuk dibaca seluruh anak sekolah pada tingkat SD dan SMP.
Semakin membaiknya kondisi perekonomian masyarakat pasca pandemi Covid-19 sudah pasti disambut sukacita oleh seluruh masyarakat Indonesia, termasuk Kota Dumai.
Iklim konsumsi pun berdampak hebat akibat pandemi tersebut. Namun, semangat bangkit masyarakat melalui aktivitas UMKM dan pelaku bisnis/industri nyata ditunjukkan guna menata kembali roda perekonomian nasional.
Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang digagas Perpusnas berkontribusi aktif dalam membantu memulihkan kondisi perekonomian masyarakat pasca-pandemi.
“Program TPBIS yang sudah dijalankan sejak tahun 2018 di berbagai perpustakaan umum daerah dinilai efektif dalam memberikan manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, utamanya masyarakat marjinal,” ucap Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Mariana Ginting.
Program TPBIS mendidik masyarakat yang kurang memiliki kemampuan atau keterbatasan akses digital untuk mendapatkan pengetahuan/informasi dan meningkatkan taraf hidup.
Senada dengan Deputi Perpusnas, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kersipan Kota Dumai, R. Dona Fitri Illahi, mengatakan bahwa kini perpustakaan telah bertransformasi. Tidak lagi identik dengan gudang buku, melainkan menjadi pusat informasi pembelajaran berbasis inklusi sosial.
“Saat ini, perpustakaan merupakan wadah atau sarana yang bisa memfasilitasi seluruh lapisan masyarakat untuk mengembangkan inovasi berdasarkan potensi daerahnya,” katanya.
Skor indeks literasi masyarakat Kota Dumai yang berada pada angka 61,87%, diakui Dona belum bisa dikatakan baik sehingga ke depan harus lebih didorong. Mengingat potensi yang dimiliki Kota Dumai dengan masyarakat yang heterogen merupakan ‘pintu’ menuju dunia global.
“Beberapa inovasi telah kami lakukan, seperti aplikasi baca digital lewat i-Dumai, pendirian Pojok Baca Digital (Pocadi), dan perpustakaan keliling,” terangnya.