Bangun Ketahanan Resistensi Antimikroba Pendekatan One Health

Oleh : Wiyanto | Rabu, 28 Juni 2023 - 13:24 WIB

Kandang peternakan Ayam
Kandang peternakan Ayam

INDUSTRY.co.id-Jakarta,- Kementerian Pertanian dan Kementerian Kesehatan bersama dengan Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-bangsa (FAO), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH).

Selasa (27/6) mengumumkan keberhasilan penyelesaian proyek resistensi antimikroba Multi-Partner Trust Fund (AMR MPTF) di Indonesia pada lokakarya nasional.

Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Organisasi Tripartit (FAO, WHO, dan WOAH) dalam proyek AMR MPTF berupaya untuk melaksanakan pengendalian AMR dengan pendekatan One Health sejak tahun 2021. Proyek ini berfokus pada upaya untuk menurunkan laju AMR melalui promosi penggunaan antimikroba secara bijak di bawah program penatagunaan antimikroba (AMS), serta Pencegahan dan Pengendalian Infeksi - Air, Sanitasi dan Kebersihan (IPC-WASH) di sektor-sektor penting pada rantai distribusi antimikroba untuk kesehatan manusia, hewan dan lingkungan.

Pada tahun 2022, United Nations Environment Programme (UNEP) bergabung dalam kemitraan dan membentuk Quadripartite (FAO, WHO, WOAH, dan UNEP) melengkapi dukungan dari sektor lingkungan dalam pencegahan AMR di Indonesia.

“Upaya bersama yang dilakukan dalam proyek AMR-MPTF mulai dari tahun 2021 hingga 2023 telah membantu pemerintah, terutama dalam mendorong implementasi Rencana Aksi Nasional untuk Pengendalian AMR di Indonesia tahun 2020-2024,” ungkap Nuryani Zainuddin, Direktur Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian. “AMR adalah salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan masyarakat global dan pembangunan ekonomi, dan program ini telah meningkatkan kesadaran pemangku kepentingan utama dalam mengurangi dampak AMR pada manusia, hewan, dan lingkungan dengan adanya saling sinergi,” lanjut Nuryani.

“Proyek AMR-MPTF menghasilkan data yang dapat ditindaklanjuti, sehingga memungkinkan kami untuk memperkuat implementasi selanjutnya dalam memerangi AMR di negara ini di tahun-tahun mendatang. Pendekatan dan kolaborasi multisektoral selama proyek ini telah mengajarkan kepada kami bahwa kita dapat dan harus terus bekerja sama dalam memerangi AMR di Indonesia,” ungkap Dr. Yanti Herman, Direktur Mutu Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Sebagai informasi, melalui kerja sama hampir selama tiga tahun, Indonesia telah meningkatkan sistem ketahanan AMR dengan pendekatan One Health.

Proyek ini telah memberikan informasi penting dasar mengenai IPC-WASH dan AMS di puskesmas, rumah sakit, dan peternakan, serta Knowledge, Attitude and Practice (KAP) tentang AMR pada petugas kesehatan dan kesehatan hewan serta peternak ayam petelur.

Proyek ini membantu peternakan memperoleh sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) yang merupakan jaminan pemerintah untuk produk makanan yang aman. Selain itu, proyek ini juga telah menghasilkan sebuah Pedoman nasional untuk melakukan inspeksi bersama rantai distribusi antimikroba lintas sektor untuk mencegah penyalahgunaan distribusi antimikroba. Sebanyak 20 perusahaan besar farmasi telah dilakukan inspeksi bersama antara Kementerian Pertanian dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan selama proyek ini berlangsung. Proyek ini juga telah mengembangkan perangkat Monitoring dan Evaluasi (M&E) untuk Rencana Aksi Nasional AMR 2020-2024 untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas tindakan pengendalian AMR di Indonesia.

Lebih dari 50 peserta dari lembaga, kementerian, serta asosiasi lintas sektor mendiskusikan pencapaian dan praktik terbaik dari proyek ini serta terlibat dalam diskusi yang dinamis untuk merumuskan rencana ke depan guna menjaga keberlanjutan dalam upaya pencegahan AMR.

Kolaborasi Multisektoral untuk Mitigasi AMR

Rajendra Aryal, perwakilan FAO di Indonesia dan Timor Leste, mengapresiasi kontribusi penting dari seluruh pemangku kepentingan. “Dengan ditutupnya proyek AMR-MPTF, FAO tentunya berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mempertahankan upaya yang dilakukan di bawah proyek ini dan terus melakukan perkembangan dalam pengendalian AMR dengan mengajukan pendekatan baru dan inovatif untuk mengatasi tantangan baru," ungkap Rajendra.

Rajendra lebih lanjut menegaskan bahwa komitmen kuat Indonesia melawan AMR terwujud dengan kerja sama yang erat antara semua pihak terkait dengan menggunakan pendekatan One Health.

Sementara itu, Perwakilan WHO untuk Indonesia, Dr N. Paranietharan mengatakan, “Menghadapi tantangan AMR memerlukan koordinasi yang kuat di dalam dan pada lintas sektor, serta proyek MPTF ini telah memberikan pelajaran penting tentang bagaimana bekerja bersama. Data yang dihasilkan juga penting untuk tindakan kebijakan dalam mengembangkan rencana pengendalian AMR di masa mendatang ”

Dr. Ronello Abila, Perwakilan Sub-Regional untuk Asia Tenggara, mengapresiasi kontribusi pemerintah Indonesia dan pemangku kepentingan terkait dalam mengatasi kesenjangan peningkatan kesadaran dan komunikasi untuk memitigasi risiko AMR.

“Kami mendorong advokasi dan strategi komunikasi menggunakan pendekatan One Health dan materi komunikasi yang dihasilkan dari proyek AMR MPTF ini untuk membantu meningkatkan kesadaran dan pemahaman pemangku kepentingan tentang AMR di Indonesia.”

Abila juga menekankan, “Proyek ini juga telah melibatkan perusahaan farmasi hewan Indonesia untuk mendapatkan komitmen mereka dalam memperlancar penerapan strategi AMR yang ada. “Penting juga bagi kami melibatkan jurnalis Indonesia dari berbagai media yang dapat membantu menyampaikan pesan kunci kepada khalayak yang lebih luas”, pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Utama BSI Hery Gunardi (kanan kedua) bersama Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna (kanan pertama), Direktur Compliance Human Capital BSI Tribuana Tunggadewi (kiri kedua) dan SVP Corporate Secretary & Communication BSI Wisnu Sunandar (kiri pertama) saat konferensi pers BSI International Expo di Sentosa Senayan Jakarta.

Jumat, 14 Juni 2024 - 18:17 WIB

Wujudkan Komitmen Perkuat Ekosistem Halal Indonesia, BSI Gelar International Expo 2024

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) siap menggelar BSI International Expo 2024 yang akan diikuti lebih dari 270 tenant para pelaku usaha halal dalam dan luar negeri, serta potential buyer dari…

Press Conference Telapak

Jumat, 14 Juni 2024 - 17:09 WIB

Sebut Tak Ada Pelanggaran HAM di Kawasan Konsesi Blok Tanamalia PTVI, Telapak Sampaikan Rekomendasi

Perkumpulan Telapak Indonesia (Telapak), sebuah perkumpulan aktivis LSM, praktisi bisnis, akademisi, afiliasi media, serta masyarakat adat, menyampaikan rekomendasi kepada tiga pihak yakni PT…

Peran Multidisiplin untuk Penanganan Cedera Olahraga Secara Komprehensif

Jumat, 14 Juni 2024 - 16:42 WIB

Peran Multidisiplin untuk Penanganan Cedera Olahraga Secara Komprehensif

Cedera olahraga seringkali menjadi kendala yang menghalangi para atlet dan olahragawan, bahkan sport enthusiast, untuk mencapai performa terbaiknya. Namun, dengan pendekatan penanganan yang…

Ritel modern (Ist)

Jumat, 14 Juni 2024 - 16:10 WIB

Kemenperin Beberkan Sulitnya Produk IKM Masuk Ritel Modern

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membeberkan permasalahan sulitnya produk-produk hasil produksi Industri Kecil dan Menengah (IKM) masuk ke ritel modern di Tanah Air.

Panglima Jenderal TNI Agus Subiyanto Terima CC Panglima US Indo-Pacom Bahas Kerja Sama Militer

Jumat, 14 Juni 2024 - 13:48 WIB

Panglima Jenderal TNI Agus Subiyanto Terima CC Panglima US Indo-Pacom Bahas Kerja Sama Militer

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menerima dari Courtesy Call (CC) Commanding General United States Army Pacific,Jenderal Samuel J. Paparo, yang menjadikan Indonesia sebagai tujuan pertamanya…