INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu daya saing industri otomotif di Indonesia, salah satu upaya strategisnya melalui penciptaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.
Selama ini, industri otomotif berperan penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Kekuatan industri otomotif nasional, khususnya beroda empat atau lebih, saat ini didukung oleh 23 perusahaan dengan total kapasitas mencapai 2,35 juta unit per tahun.
Di samping itu, penyerapan tenaga kerja langsung di industri otomotif nasional telah mencapai 38 ribu orang, serta penyerapan lebih dari 1,5 juta tenaga kerja di sepanjang rantai nilai industri tersebut termasuk di sektor industri kecil dan menengah (IKM) bidang komponen.
“Perkembangan industri otomotif nasional tak lepas dari peran SDM-nya. Untuk meningkatkan kualitas calon SDM otomotif, kami menyelenggarakan pendidikan vokasi di Politeknik STMI Jakarta,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Masrokhan saat acara 'Temu Industri Mitra Politeknik STMI Jakarta', Senin (26/6).

Politeknik STMI Jakarta memiliki lima program studi yang berkaitan dengan bidang industri otomotif, yakni program studi Teknik Industri Otomotif (TIO), Sistem Informasi Industri Otomotif (SIIO), Teknik Kimia Polimer (TKP), Administrasi Bisnis Otomotif (ABO), dan Teknologi Rekayasa Otomotif (TRO).
Untuk mencetak SDM industri otomotif yang berdaya saing, Politeknik STMI Jakarta
memperkuat kemitraan dengan industri terkait.
“Kami (BPSDMI) senantiasa mendorong transformasi kelembagaan unit pendidikan vokasi agar sejalan dengan perkembangan sektor industri. Dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut, Politeknik STMI Jakarta membutuhkan peran dan kerja sama dari industri di sektor otomotif,” jelasnya.
Selain implementasi kebijakan yang sudah ditetapkan, Kepala BPSDMI juga mengharapkan kinerja seluruh sivitas akademika Politeknik STMI Jakarta untuk menjadikan Unit Pendidikan Kemenperin semakin maju.
"Saya harapkan ini menjadi motivasi bersama dan dapat kita capai," tutur Masrokhan.
Lebih lanjut, dirinya menyebut bahwa animo masyarakat terhadap STMI Jakarta sangat tinggi. Hal ini terbukti dari jumlah penerimaan peserta didik baru di STMI Jakarta yang mencapai 23:1.
"Jadi ini memang suprise 23:1. Artinya animo masyarakat sangat tinggi terkait kualitas dan link and match STMI Jakarta ini," ucap Masrokhan.
Oleh karena itu, Kemenperin tengah berupaya pengembangan gedung baru untuk mendorong penambahan jumlah mahasiswa di STMI Jakarta, sebagaimana arahan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita.
"Beberapa waktu lalu saya sudah melihat lokasinya di jalan Angkasa Raya Kemayoran yang dimiliki oleh Sekretaris Negara (Setneg). Kami sedang jejaki kerja sama dengan Setneg," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Politeknik STMI Jakarta, Mustofa mengatakan, kegiatan temu industri ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi, mendapatkan feedback atau timbal balik dari industri mengenai program Praktek Kerja Industri (Prekerin) yang telah atau akan berjalan di masing-masing perusahaan.
“Politeknik STMI Jakarta sebagai perguruan tinggi negeri vokasi di bawah Kemenperin membutuhkan kerja sama, kolaborasi dan hubungan yang erat dengan dunia industri, khususnya bidang usaha otomotif. Kerja sama dan kolaborasi dengan dunia industri dapat diwujudkan dalam bentuk menyusun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri, pemagangan/Prakerin,
penempatan lulusan, sertifikasi kompetensi dan evaluasi program,” jelas Mustofa.

Dalam rentang waktu bulan Januari sampai dengan April 2023, Politeknik STMI Jakarta telah bekerja sama dengan 82 perusahaan otomotif dan pendukungnya untuk menempatkan 253 mahasiswa Prakerin (Praktik Kerja Industri) angkatan 2020 di wilayah Jabodetabek, Karawang dan Bandung.
Pada kegiatan temu industri hari ini, dilaksanakan penandatanganan Memorandum of
Understanding (MoU) dengan PT Fuji Technica Indonesia, PT Asano Gear Indonesia, PT Akebono Brake Astra Indonesia dan Inline Group.

“Saya sampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para pimpinan perusahaan, HR Division, dan para pembimbing di perusahaan. Semoga menguatkan kemitraan antara Politeknik STMI Jakarta dengan industri untuk menyiapkan tenaga kerja industri yang kompeten dan berdaya saing global,” tutup Mustofa.