INDUSTRY.co.id - Jakarta - Digelar Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Stakeholder Meeting (SHM) Nasional tahun 2023 diharapkan bisa menjalin kolaborasi dan sinergi berbagai pihak dapam membangun literasi masyarakat.

Advertisement

Salah satunya adalah dengan mendukung program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Program yang digulirkan Perpusnas sejak 2018 ini diyakini menjadi salah satu solusi cerdas pemulihan ekonomi masyarakat, utamanya di masa pascapandemi Covid-19. 

“Stakeholders Meeting mempertemukan para pemangku kepentingan untuk dapat berkolaborasi atau bersinergi dalam membangun literasi masyarakat,” beber Kepala Perpusnas, M. Syarif Bando.
 
Narasumber yang hadir pada SHM kali ini, diantaranya Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Plt. Direktur Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan, Kementerian PPN/Bappenas Didik Darmanto, mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Perpusnas Joko Santoso, Kepala Desa Sulubombong Kab. Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala STF Driyarkara Jakarta Augustinus Setyo Wibowo, dan Cak Lontong.

Advertisement

Syarif Bando berharap dengan digelar SHM Nasional, daerah memiliki landasan kebijakan yang dibutuhkan bagi pelaksanaan program, terbentuk kerjasama, dan jejaring antarperpustakaan daerah dengan pemangku kepentingan serta perluasaan program replikasi TPBIS secara mandiri dan berkelanjutan.  

Karena tugas mencerdaskan anak bangsa adalah tugas bersama. Dan bangsa yang cerdas akan memberikan kesejahteraan. Indonesia mulai saat ini harus berani bersaing dengan negara lain.

Advertisement

“Kita jangan lagi terperdaya dengan mengirimkan bahan baku lalu kemudian diolah di negara lain, dan kembali dijual di dalam negeri. Maka itu, penguasaan teknologi menjadi penting,” tambahnya.

Oleh karena itu, keberadaan perpustakaan umum perlu diperkuat dengan kegiatan seperti ini. Manifesto IFLA mengatakan bangku terkahir bagi yang tidak duduk di sekolah formal adalah perpustakaan umum. 

Advertisement

“Tidak perlu silabus atau kurikulum. Yang terpenting bagi masyarakat adalah bahan bacaan yang mampu memberikan pengetahuan dan pengajaran dan sarat tutorial,” terang Syarif Bando.

Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus Perpusnas Nani Suryani menambahkan semangat dari kegiatan ini adalah membangun komitmen dan dukungan stakeholder untuk transformasi perpustakaan yang berkelanjutan, dengan harapan dapat terciptanya masyarakat sejahtera melalui TPBIS.  

“Tujuan dari diselenggarakannya SHM ini adalah selain memperkuat sinergi dan kolaborasi stakeholders pelaksanaan TPBIS, dan  mendorong program TPBIS menjadi gerakan nasional pembangunan literasi,” imbuh Nani.

SHM Nasional dihadiri onsite oleh 695 peserta yang berasal dari Provinsi dan kabupaten/kota mitra tahun 2022, 2020, 2018, mitra program Role Model, konsultan pendamping program TPBIS, dan dihadiri  1.000 peserta secara virtual.