INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kebijakan pemerintah dalam percepatan ekosistem motor listrik berbasis baterai mendapat dukungan BUMN holding industri pertambangan, Mind ID.

Advertisement

Hal itu diwujudkan melalui afiliasi Mind ID, Indonesia Battery Corporation (IBC), yang meluncurkan Battery Asset Management Services (BAMS).

“Mendukung percepatan tumbuhnya ekosistem motor listrik berbasis baterai merupakan bentuk mewujudkan ruang energi terbarukan yang rendah emisi,” ujar Direktur Pengembangan Usaha dan Portfolio MIND ID Dilo Seno Widagdo. 

Advertisement

Menurut Dilo, baterai merupakan salah satu komponen biaya utama untuk kendaraan listrik karena memiliki porsi sekitar 35% dari total biaya saat ini. Baterai menjadi komponen kunci dalam industri kendaraan listrik, terutama terkait kapasitas penyimpanan.

BAMS yang diluncurkan IBC merupakan sebuah platform ekosistem motor listrik yang menyediakan baterai, swapping & charging station, dan aplikasi yang bisa digunakan berbagai merek motor listrik, termasuk motor listrik konversi. 

Advertisement

Dengan demikian, upaya untuk mencapai Net Zero Emission di 2060 melalui elektrifikasi kendaraan bermotor pun bisa terwujud setelah sebelumnya Pemerintah telah meluncurkan program bantuan untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Sebagai perusahaan ekosistem baterai dan kendaraan listrik terintegrasi, IBC mengambil langkah inovatif dengan menyeragamkan semua ekosistem motor listrik melalui BAMS. 

Advertisement

Hal itu juga dilatarbelakangi adanya kekhawatiran akan ketersediaan infrastruktur pengisian daya dan banyaknya spesifikasi baterai motor listrik pada berbagai merek motor listrik yang menjadi penghalang dalam akselerasi adopsi motor listrik.

Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kekhawatiran masyarakat sudah bukan pada jarak tempuh, tetapi pada ketersediaan infrastruktur, yaitu Stasiun Penukaran Baterai (Swap Station) dan Stasiun Pengisian Listrik (Charging Station). 

Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dan inovasi dalam menciptakan solusi yang efisien dan efektif.

“Kami menyambut baik hal ini sebagai bagian dari program transisi energi,” ucap Luhut.

Luhut mengatakan, program ini dapat mengurangi konsumsi dan import BBM, khususnya solar. Selain itu, hal ini juga menjadi salah satu solusi atas permasalahan biaya logistik.

Dalam sambutannya, Sekretaris Kementerian BUMN Rabin Indrajad Hattari mengatakan, sebagai bagian dari BUMN, IBC telah melakukan lompatan yang luar biasa melalui peluncuran BAMS. Sementara itu, Direktur Utama dari IBC Toto Nugroho mengatakan, terdapat tantangan tersendiri dalam akselerasi adopsi motor listrik.

“Saat ini, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana agar berbagai merek motor listrik dan motor listrik konversi di Indonesia dapat menggunakan platform atau ekosistem yang sama. BAMS hadir untuk menjawab permasalahan tersebut,” tuturnya.

Gebrakan IBC melalui peluncuran BAMS ini merupakan langkah signifikan di Indonesia dalam berkolaborasi untuk mengembangkan secara masif infrastruktur pengisian daya untuk motor listrik. Berbagai OEM motor listrik pun berkomitmen dan bekerjasama dalam akselerasi Kendaraan Listrik Berbasis Baterai Roda Dua Bersama bersama IBC, di antaranya GESITS, VOLTA, ALVA, VIAR, dan UNITED.