INDUSTRY.co.id - Kendal, Kabid Angkutan Dishub kominfo Kendal, Wahyu Yusuf mengatakan dalam waktu dekat, pelabuhan niaga Kendal siap menerima log dan batubara. Ia menjelaskan, posisi pelabuhan Kendal baik penyeberangan maupun niaga sebagai pelabuhan pengumpul. Statusnya di bawah pelabuhan utama, semisal pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
"Status sementara masih pelabuhan niaga terbatas untuk dua komoditas itu," jelas Wahyu saat ditemui di kantornya pekan lalu.
Wahyu menjelaskan, ada tiga tahap pengembangan dalam Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Kendal. Tahap pertama selesai 2017, kedua 2023 dan terakhir 2031. Setelah pelabuhan Niaga terbatas selesai, akan ada pengembangan ke barat pelabuhan. Pihaknya bakal membangun dermaga untuk peti kemas.
Hambatan saat ini adalah akses jalan yang belum selesai. Separuh dari jalan akses menuju pelabuhan niaga belum dibangun. Ia yakin ketika pelabuhan Niaga sudah rampung, akan berdampak pada Kawasan Industri Kendal (KIK). Sebab, kawasan pelabuhan Niaga bersinggungan dengan KIK.
Kepala UPTD Pelabuhan Penyebarangan Kendal, Andy Rahmat Yulianto, menyatakan pembangunan pelabuhan Niaga masih terkendala pembangunan infrastruktur jalan. Saat ini, akses jalan baru dibangun separuh dari kebutuhan jalan 500 meter. Separuh lagi masih tanah.
"Dari 36-an hektare yang harus dibebaskan, kami sudah membebaskan 18,6 hektare. Sisanya diteruskan 2017 untuk proses pembebasan lahannya," ujarnya.