INDUSTRY.co.id-Jakarta-BCA Syariah berusaha mensejahterakan taraf pertumbuhan bisnis Usaha Kecil Minkro dan Menengah (UMKM) lewat penyaluran pembiayaan.

Advertisement

Menurut Direktur Utama BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum, untuk menyasar UMKM dilakukan dua strategi.

"Pertama, yaitu coba untuk mengunakan corporate anchor dari situ kita cari turunnanya. Kalau itu kelapa sawit, kita cari plasmanya. Kedua, pelaku UMKM di daerah menggunakan program Peduli Sejahtera, kita coba mengembangkan pelakunya secara langsung," katanya belum lama ini di Jakarta

Advertisement

Menurut dia, penyaluran terhadap pembiayaan UMKM terus ditingkatkan sebagai bentuk komitmen BCA Syariah dalam penyaluran pembiayaan inklusif. Sampai dengan akhir tahun 2022 penyaluran pembiayaan UMKM mencapai Rp 1,7 triliun atau tumbuh 21,6 persen sehingga komposisinya mencapai 22,8 persen dari total pembiayaan BCA Syariah

Penyaluran pembiayaan disertai dengan upaya mengelola kualitas pembiayaan sehingga Non Performing Financing (NPF) dapat terjaga pada angka 1,42 persen gross dan 0,01 persen net. Pembiayaan yang di restruktur juga menunjukkan tren menurun dengan Financing at Risk (FaR) sebesar 13,0 persen , membaik 5,0 persen dibandingkan Desember 2021 sebesar 18,0 persen.

Advertisement

Segmen pembiayaan konsumer BCA Syariah menunjukkan pertumbuhan tertinggi di tahun 2022. Pembiayaan konsumer tumbuh ekspansif 101,2 persen mencapai Rp 420,8 miliar. Komposisi pembiayaan konsumer tertinggi dikontribusi dari KPR iB yang tumbuh 194,5 persen mencapai Rp 208,1 miliar.

Advertisement