INDUSTRY.co.id - Jakarta - Setelah melalui proses panjang demi memperoleh penetapan Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka mendapatkan persetujuan untuk melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), akhirnya pada 28 Februari 2022 RUPSLB PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY) berhasil dilaksanakan.

Pada pelaksanaan RUPSLB tersebut, pemegang saham resmi merombak habis jajaran manajemen dan komisaris dan menempatkan kembali Dato Sri Mohd Sopiyan sebagai Direktur Utama ENVY, yang diharapkan dapat membangkitkan dan memulihkan ENVY yang hampir 2 (dua) tahun terpuruk.

Pria yang dikenal sebagai pengusaha, Akuntan berlisensi dan juga pernah menjabat sebagai Divisional Head - TPU (Tabung Pemulihan Usahawan) Bank Negara Malaysia ini, memiliki keahlian advisory yang fokus pada aksi korporasi (merger dan akuisisi, restrukturisasi perusahaan, IPO, penggalangan dana syariah hingga rights issue).

Sejak tahun 2005, alumnus University of Technology MARA, Malaysia ini telah diangkat dan menjabat sebagai pengurus di beberapa perusahaan Tbk di Singapura, yaitu pada ASTI Holding Ltd menjabat sebagai Member of the Board of Commissioners, Chairman of the Remuneration Committee, Member of the Nomination Committee and Member of the Audit Committee, pada Dragon Group International Ltd (DGI) menjabat sebagai Chairman of the Audit Committee, Member of Board of Commissioners, and Member of Nomination & Remuneration Committee, dan pada Advance System Automation Ltd (ASA) menjabat sebagai Chairman of Audit Committee, Member of Board of Commissioners, and Member of Nomination & Remuneration Committee.  

Beliau juga pernah menjabat sebagai Komisaris atau Board of Directors di beberapa perusahaan Tbk di Malaysia. Tak hanya itu, Ia juga menjabat sebagai anggota Board of Directors di Perusahaan Technology di San Diego Amerika Serikat, dimana pemegang saham perusahaan itu adalah pemerintah Republik Rakyat Tiongkok. Oleh karena itu, dengan berbagai pengalaman corporate dan juga pengalaman regional tersebut, maka diharapkan kemampuannya itu mampu membawa ENVY untuk maju ke depannya.

Lebih lanjut, setelah RUPSLB tersebut berhasil dilaksanakan, Manajemen baru ENVY terus berupaya memulihkan kinerja yang tercermin dari pemenuhan kewajiban Perseroan dalam hal menyelesaikan laporan keuangan 2020 & 2021 yang belum diselesaikan oleh manajemen sebelumnya.

ENVY melalui manajemen baru telah menyampaikan Laporan Keuangan Tahunan (Audited) 2020 kepada Otoritas pada tanggal 16 Desember 2022, kemudian disusul dengan Laporan Keuangan Kuartal I (Q1) 2021 pada tanggal 13 Januari 2023 dan Laporan Keuangan Kuartal II (Q2) 2021 pada tanggal 28 Februari 2023, sebagai bentuk pelaksanaan tanggung jawab yang tidak dilakukan oleh manajemen sebelumnya, yang menjadi bagian dari komitmen manajemen baru ENVY untuk segera bangkit dan bertumbuh.

Direktur Utama ENVY, Dato' Sri Mohd Sopiyan bin Mohd Rashdi mengatakan perbaikan fundamental keuangan ini menjadi bukti bahwa manajemen baru punya itikad kuat untuk memperbaiki kondisi perusahaan.

“Selain pemenuhan kewajiban penyampaian laporan keuangan, Manajemen baru juga memiliki komitmen untuk terus berusaha menyelesaikan dan membenahi kewajiban-kewajiban ENVY lainnya yang belum dilaksanakan oleh manajemen sebelumnya.” kata Dato' Sri Mohd Sopiyan, dalam keteranganya yang dikutip INDUSTRY.co.id, Sabtu (11/3/2023).

Tantangan terberat yang dihadapi ENVY saat ini yakni bagaimana ENVY mendapatkan kepercayaan kembali dari pemodal, bank, dan mitra bisnis untuk menjalankan proyek-proyek baru. Manajemen baru juga telah memulai kembali proyek lama dan penyelesaian permasalahan internal dalam upaya restrukturisasi dan efisiensi.

Dato' Sri Mohd Sopiyan mengatakan penyelesaian laporan keuangan audit adalah bagian utama dari pembenahan bisnis. Tugas lain yang belum diselesaikan manajemen lama yakni pembenahan bisnis, restrukturisasi anak-anak perusahaan, dan meninjau kembali proyek-proyek sebelumnya untuk memaksimalkan kinerja perusahaan yang lebih baik pasca pandemi. Manajemen juga sedang melakukan evaluasi terkait aktivitas bisnis sebelumnya guna menentukan arah tujuan bisnis yang baru.

PT Envy Technologies Indonesia, Tbk didirikan pada 27 September 2004 dengan nama PT Scan Nusantara. Envy resmi menjadi perusahaan publik pada 8 Juli 2019 melalui penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham ENVY. 

Saat itu perseroan menjual 600.000.000 saham kepada publik, dengan harga perdana Rp 370/saham. Bisnis Envy di antaranya Sistem Integrasi Informatika, Sistem Integrasi Telekomunikasi, dan Keamanan Informasi Digital. Sebelumnya klien yang mempercayai ENVY sejak 2005, pada pilar bisnis Keamanan Informasi, di antaranya Astra International, Bank Danamon, Bank CIMB Niaga, Bank Mandiri, Bank Index, JNE, Maybank, Danareksa, Commonwealth, MegaJiwa, dan BCA Life.