INDUSTRY.co.id - Jakarta - Hingga akhir 2021 lalu, Badan Pusat Statistik mencatat Indonesia telah mempunyai jalan sepanjang 548.423 km yang dibangun untuk mendukung alur logistik dan pemerataan ekonomi juga industri di Indonesia.  

Disisi lain keselamatan jalan baik di jalan raya hingga di area ekonomi seperti wilayah pertambangan juga perlu mendapatkan perhatian. Karena 30% kecelakaan yang terjadi diakibatkan oleh faktor prasarana dan lingkungan.

Untuk itu diperlukan teknologi yang dapat secara cepat dan aman memberikan informasi spasial dengan akurat terkait kualitas sarana infrastruktur yang ada. Hal ini menjadi salah satu topik yang dibahas dalam Leica Geo-Innovation Forum yang digagas oleh Leica Geosystems Indonesia.

Sebagai penyedia teknologi survey dan engineering lebih dari 200 tahun Leica Geosystems, yang berkantor pusat di Swiss, telah melakukan berbagai Inovasi dan menjadi mitra pemerintah dan swasta dalam kontribusi secara masif dan positif untuk pembangunan infrastruktur di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Leica Geo-Innovation Forum 2022 dihadiri lebih dari 100 peserta, dengan menghadirkan Ketua Asosiasi Perusahaan Survei Pemetaan dan Informasi Geospasial (APSPIG), Ketua Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) Jawa Barat.

Selain itu, acara ini juga menjadi ajang sharing dari PT Hutama Karya dalam penerapan teknologi Mobile Mapping yang terintegrasi di dalam Building Information Modelling (BIM) sebagai bagian dari transformasi digital dalam mendukung pembangunan dan pemeliharaan Jalan Tol Trans-Sumatera.

Sebagai regulator dan pembina serta pengawasan, Inspektur Tambang dan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara juga tidak ketinggalan menyampaikan akses jalan tambang (hauling road) sebagai infrastruktur terpenting dalam proses produksi.

Karena fungsi utama sebagai penunjang kelancaran kegiatan pertambangan. Inovasi teknologi dalam memonitor sarana dan prasarana yang ada sangat penting untuk meningkatkan pendapatan, kelancaran distribusi dan keamanan sepanjang jalur tambang.

Acara ini ditutup dengan peluncuran Leica Pegasus TRK oleh Neil Ashcrof, selaku Regional Technical Support Manager. Leica diyakini sebagai solusi pemetaan secara mobile yang intuitif, mengusung alur kerja secara otonom dan mengadopsi teknologi Artificial Intelligence yang mampu menangkap gambaran dunia nyata dan menyajikannya dalam bentuk kembaran digital (Digital Twin) yang akurat dan berkualitas tinggi.

Hal ini sekaligus mempertegas komitmen dan value dari Leica Geosystems dalam menyediakan produk dan solusi terbaik untuk pengguna dan hingga saat ini tercatat lebih dari 2000 patent yang telah dihasilkan.

Tidak hanya teknologi, Leica Geosystems Indonesia juga berkomitmen terhadap edukasi dan pengembangan SDM inovatif dengan program Young Geo-innovator Internship yang diikuti oleh peserta dari berbagai jurusan dan universitas.

Leica Geosystems  juga rutin menyelenggarakan konferensi internasional dengan nama, HxGN Live sebagai ajang untuk berdiskusi, berjejaring, berbagi pengalaman serta merasakan pengalaman inovasi teknologi terbaru. Tahun ini, HxGN Live 2023 akan dilaksanakan pada 12 -15 Juni 2023 di Las Vegas, Amerika Serikat.