INDUSTRY.co.id - India, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bertemu dengan Sekretaris Jenderal Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Mathias Corman di India, dalam rangka agenda G20.
Menleu Sri Mulyani menyatakan bahwa OECD bukanlah rekan baru bagi Indonesia.
Menurutnya, lembaga keuangan ini banyak terlibat dalam misi meningkatkan kesejahteraan serta mengentaskan kemiskinan di Indonesia bahkan dunia.
"Di sela-sela agenda G20 yang padat, saya dan Mr. Mathias berdiskusi berbagai hal, diantaranya ASEAN Indonesia 2023, Finance Track G20 2023, Inclusive Forum on Carbon Mitigation Approaches (IFCMA) hingga OECD Economic Survey of Indonesia 2023," kata Sri Mulyani seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id dari keterangannya di akun Instagram @smindrawati pada Jumat (24/2/2023).
Sebagai mitra, sambung Sri Mulyani, OECD telah banyak membantu Indonesia. Misalnya pada Presidensi G20 Indonesia 2022 lalu, OECD membantu begitu banyak agenda, khususnya di bidang perpajakan internasional- mulai G20 Ministerial Symposium on Tax and Development hingga G20 Infrastructure Investors Dialogue.
Kemudian, pada keketuaan ASEAN (dan Co-chairmanship ASEAN+3) tahun ini,
Indonesia sendiri telah mengusulkan tiga Strategic Thrusts dan juga tiga Priority Economic Deliverables (PED) yang dikembangkan bersama oleh Kemenkeu, Bank Indonesia dan OJK.
"Seluruhnya itu bakal difokuskan untuk memastikan pemulihan dan pertumbuhan perekonomian di kawasan ASEAN yang stabil dan berkelanjutan," imbuh Sri Mulyani.
"Semoga kerja sama antara Indonesia dan @the_oecd akan terus terjaga terutama dalam mengawal visi mewujudkan kesejahteraan dunia..!," tandasnya.