INDUSTRY.co.id, Jakarta- Dalam acara Paparan Publik Tahunan yang berlangsung secara virtual, Selasa (13/12/2022), PT Limas Indonesia Makmur Tbk (LMAS) menargetkan dapat menyampaikan laporan keuangan audited tahun buku 2021 pada awal tahun 2023, sebagai salah satu syarat dibukanya suspensi saham LMAS oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sekretaris Perusahaan LMAS, Baso Amir, menyampaikan, saat ini laporan keuangan tahun buku 2021 sedang dalam proses audit dan akan segera disampaikan ke otoritas dan publik setelah proses audit rampung.
“Ada dua syarat agar perdagangan saham LMAS dibuka kembali oleh BEI, yaitu penyampaikan laporan keuangan audited 2021 dan membayar denda keterlambatan penyampaian laporan keuangan,’’ papar Baso.
Belum rampungnya audit laporan keuangan 2021, membuat laporan keuangan interim periode Maret, Juni dan September juga belum bisa disubmit ke BEI maupun Otoritas Jasa Keuangan.
“Laporan keuangan interim tersebut akan kami sampaikan setelah laporan audit periode 2021 kami submit ke otoritas,” paparnya.
Dalam kesempatan tersebut, Manajemen LMAS mengaku tengah menyiapkan strategi untuk meningkatkan kinerja, salah satunya memperluas fokus pemasaran. “Bila dalam tiga tahun terakhir, sejak 2019 kami fokus memasarkan layanan data ke emiten, maka di tahun 2023 mendatang kami juga akan menyasar dana pensin,” urainya.
Dikatakan, terdapat 224 perusahaan dana pensiun yang akan jadi target, terkait itu LMAS menurut dia sedang mengembangkan sebuah aplikasi perdagangan saham yang bisa mempermudah dana pensiun atau investor lain dalam mengambil keputusan investasi.
“Kami belum bisa menyampaikan secara rinci produk baru tersebut, namun aplikasi ini nantinya akan berbasis fundamental dan pivot analisis yang akan membantu dapen maupun investor mengambil kepusan jual atau beli saham,” imbuh General Manager LMAS, Fajar Baskoro.
Fajar menyebut, aplikasi anyar yang tengah dikembangkan akan diluncurkan pada akhir kuartal I-2021 atau paling lambat awal kuartal II-2022.
Sebagai catatan, hingga periode September 2022, LMAT tercatat memiliki aset RP 338 miliar, turun sekitar 2,35% dibanding posisi aset per Desember 2020. Posisi ekuitas juga turun 0,06% menjadi Rp 123,4 miliar dari 124,22 miliar per 31 Desember 2020.
Adapun posisi penjualan bersih per September 2021 tercatat Rp31,40 miliar, turun 55,17% dibandingkan periode September 2020 yang tercatat Rp70,04 miliar. Laba usaha per September 2021 tercatat Rp4,41 miliar, sementara per September 2020 menderita rugi usaha Rp2,28 miliar. Pada periode kuartal III-2021 tersebut, LMAS masih menderita rugi tahun berjalan Rp0,82 miliar, atau mengalami penurunan dibanding rugi yang diderita pada periode yang sama 2020 Rp10,3 miliar